Bian cukup lama memperhatikan jarum jam di dinding ruang tamu. Seberkas keheranan sedikit mengusik ketenangan. Rasanya, jarum detik itu bergerak terlampau cepat dari biasanya. Walhasil, dua jarum lainnya pun seolah turut tergerak lebih cepat guna mengimbangi. "Mas ngelamunin apa.?" suara wanita nan lembut tiba2 terdengar dan membuyarkan lamunan. Suara yang sangat familiar di telinganya. "Nggak nglamunin apa2 kog Dek ", balas Bian dengan nada lembut pula. "Udah di cek semuanya kan Mas.? yakin nggak ada yang ketinggalan? tiketnya,. ID, dompet, air minum,.?" tanya wanita itu. "Udah kok Dek,. udah mas cek barusan. InsyaAllah nggak ada yang ketinggalan." jawabnya dengan sedikit senyum tersungging dari bibirnya. Namun tiba2 saja Bian teringat sesuatu, "Astagfirullahaladziim, charger nya,.." tukasnya kemudian sambil bergegas ke kamar untuk menjemput charger handphone LG KE 770 miliknya yang sedikit usang itu. Beberapa saat kemudian Bian terlihat keluar dari kamar sambil menggulung kabel pada badan charger lantas memasukkannya ke dalam tas TheNorthFace biru tua yang tampak lebih bersih dari biasanya. Bian baru menyadari hal ini beberapa saat setelah memasukkan charger ke dalamnya. "Dek nyuci tas mas ya kemaren.?" tanya Bian pada isterinya. "Iya Mas, kemaren aku lihat sudah agak kotor", jawabnya singkat. "Makasih ya De'", timpal Bian. Sang isteri hanya melemparkan senyuman manja kepada Bian tanda kebahagiaan.
09 Desember, 2009
26 November, 2009
Menangkap babi,.!!
"Pig". Kalo denger kata ini, pasti di benak kamu adalah sosok binatang putih kemerahan, hidung besar, ekor lancip melingkar, dan perut gemuk. Atau mungkin sebagian lain membayangkannya dengan warna hitam, berbulu, dua taring mencuat dari rahang bawah, ditambah barang2 aneh seperti lilin, kuali besar berisi air dan bunga 7 rupa, uang, dan dukun. Wah,.. mungkin kebanyakan nonton pilem pesugihan neh kamu,.. Atau bagi anak2 kecil yang saben hari minggu ngejogrog di depan tipi mulai bangun tidur sampek hampir tengah hari (kadang males mandi, lupa makan,.. apalagi belajar. hehehe, pengalaman banget ya,..) akan muncul tokoh2 seperti Monokurobo,.. Ti Pat Kay,.. Chibby Maruko Chan (bentar,.bentar,. kayake yang terakhir dah mulai ngacau neh,..).
Gag salah2 banget sih. Soale penamaan barang ini juga diinspirasikan dari binatang yang kita bahas tadi. Sebenare,. pig kita yang satu ini adalah sebuah benda berbentuk tabung dengan ujung cekung di satu sisi dan cembung di sisi lainnya. Dia terbuat dari berbagai jenis bahan. Tergantung tekanan, ukuran, temperatur, dan kondisi pipa. Lah,.. emang apa hubungane benda ini sama pipa.? Setahu saya sih hubungan mereka baik2 saja. Tidak tampak permusuhan sejauh ini. Tapi nggak tahu ya dibelakang saya. Hehehe,. Ni namanya kena virus inpotainment.
Sudah,..sudah,..lupakan. Kembali ke tengtop..!!. Pig kita ini berfungsi membersihkan bagian dalam pipa. umumnya dia terbuat dari foam keras dilapisi bahan plastik jenis entah polipropylene atau poliethylene (Lha gag da tulisannya seh,.. jadi ya tebak2 aja. hehehe. Coba kita beli kantong kresek ato aqua botol, pasti ada keterangannya. -sinis mode on-). Singkat kata singkat cerita, aku dan dia jatuh cinta,.. cinta yang dalam sedalam laut. Laut meluap kita pun hanyut,. (awas,..awas,. Jamal Mirdad numpang lewat dulu,..). Intinya,. si Pig ini akan diluncurkan dari sebuah pig laucher yang terdapat di sumur gas untuk kemudian ditangkap di sebuah lubang / barrel bernama pig receiver yang ada di Plant. Jarak yang ditempuh tergantung panjang pipanya. Kadang 5 km, 7 km, atau 20 km. Dan, di sepanjang perjalanannya, ia akan mendorong kotoran2 yang menempel di dinding pipa. dan,.. Cling,,. bersih bersinar,. sunlight,!!. hehehe,.. bersihlah pipa kita.
25 November, 2009
23 November, 2009
Pictures Parade,..!!
#### Spirit of a daylight #####
"Wide view of great Plant,..."
location: Suban Gas Plant
" The power of Reboiler & Thermal Oxidizer"location: Suban Gas Plant
" So Complicated Awesome Structure"
location: Central Grissik Gas Plant
" Super Precission Inlet System"
Location: Suban Gas Plant
" Super sensitive Central Control Room"
##### Romantic After Noon #####
Location: Central Grissik Gas Plant
"Blue Sky Light"
Location: Suban Gas Plant
" Crossing the rainbow,.."

Location: Centtral Gas Plant
"Maroon Sky face to Vessel"
##### Fluorescent Mid Night ####
Location: Suban Gas Plant
"So Hot Light Plant"
Location: Suban Gas Plant
"Shinning Stabilizer"
Location: Grissik Gas Plant
" Dark Night Work"
##### Cozy Life ####
Location: Suban Gas Plant
" So Long Distance Pool"
Location: Suban Permanent Camp
"Welcome to the Jungle Inn"
14 November, 2009
Aku di antara mereka yang membutuhkanku..
Suatu saat pernah terbayang di benakku tentang sebuah kondisi. Di sebuah desa terpencil yang jauh dari pusat keramaian dan fasilitas umum. Tiba-tiba sebuah angin puting beliung datang dan meluluhlantakkan desa tersebut. Seluruh warganya meninggal dengan kondisi memperihatinkan, kecuali 3 orang yang berhasil selamat. Mereka adalah seorang nenek berumur 80 tahun yang kakinya patah tertimpa kayu penopang atap rumahnya. Lantas seorang laki laki dewasa dengan beberapa memar di tubuhnya serta luka menganga di perut dan pelipis kiri matanya akibat terjatuh dari lantai 2 tempat tinggalnya. Sedangkan satu orang terakhir adalah seorang wanita dengan sedikit luka memar, namun mengalami syok berat akibat kejadian itu. Hanya saja, dia adalah kekasihku. wanita terindah yang menjadi alasan kuat bagiku menghadapi kerasnya kehidupan kota. Yang kebahagiaannya adalah seluruh tujuan hidupku.
Salah,. meski laki2 itu lebih memiliki harapan untuk diselamatkan jiwanya aku tidak akan membawanya ikut bersamaku. Aku tidak mau melihat kekasihku menderita trauma dalam kesendiriannya dan meninggalkan nenek itu menderita tanpa pertolongan.
Mungkin ini bukan keputusan yang paling bijak, namun aku akan menyerahkan sepeda motor kepada laki2 itu dan memintanya membawa serta sang nenek ke rumah sakit bersamanya. Sedangkan aku.? Aku lebih memilih untuk tetap tinggal di sana bersama kekasih hatiku. karena aku yakin akan mampu menyembuhkan traumanya dengan cinta tulusku.
Hahaha,.. imajinasi yang sangat aneh.
Hahaha,.. imajinasi yang sangat aneh.
(based on Mrs. Rini Suwandi's answer for her employee recruitment test)
10 Oktober, 2009
I love this job,..!!
Pagi itu aku tiba di Plant sedikit lebih pagi dari biasanya. Walau terpaut sekitar 5 menit, namun rona merah matahari masih belum sempat terpendar. Suasana masih gelap, sepi, bahkan jangkrik pun masih terdengar berkeliaran. Sesampai di lokasi, sedikit rutinitas administratif aku coba selesaikan.
Waktu telah menunjukkan pukul 6 lewat sepuluh menit. "Sudahlah, nanti saja aku lanjutkan" gumamku. Seperti biasa, hampir seluruh pekerja telah berkumpul di hall CCR office untuk melakukan safety meeting pagi. Mulai dari pemotong rumput, pengecek jalur pipa, teknisi mekanik, elektrik maupun instrumentasi, operator, sampai supervisor masing2 departemen telah duduk berjajar mengelilingi hall ini. Tanpa banyak menunggu, aku langsung menempati ruang kosong di tengah2 mereka dan segera memulai safety meeting pagi itu. Pembicaraan dimulai dengan isu2 safety yang ditemukan tempo hari, disambung dengan membicarakan kegiatan mereka hari itu.
Setengah jam berlalu,. dan doa penutup sudah dibacakan oleh pak U***. Segera semua membubarkan diri. sampai tiba2 supervisorku memanggil, " Bud, ntar siang kamu ke well ya,.. ke Geger Kalong 4 buat shut in. nanti kita build up pressure selama 2 hari. Kalo nggak kemaleman, sekalian ke Geger kalong 3 buat nge-adjust choke valve. Kita naikkan dikit aja buat ngimbangin jualan selama Geger kalong 4 mati. Ajak si H***** sekalian. Nanti data terakhir kamu record, en jangan lupa bawa corrosion inhibitor. Soalnya kata Pak S**** tempo hari yang di Geger Kalong 3 udah abis". "Iya Pak", jawabku singkat.
Entah apa yang sebenarnya aku rasakan saat itu. Bingung. Antara senang, males, semangat, ah,.. entah lah. Semua sangat beralasan. Senang karena ini pengalaman pertamaku ke well GK. Selain itu, dari cerita yang sudah pernah ke sana, sepertinya perjalanan bakal penuh tantangan dan pengalaman menarik. Gonta -ganti kendaraan mulai mobil, getek, ojek sampai jalan kaki. Males karena kabarnya di sana cuaca cukup panas, banyak jalan terjal, sering dijumpai binatang2 seperti biawak, ular kobra, amupun bekantan.
Tapi aku pikir, kalo tidak pernah mencoba, tentu tidak bisa membuktikan apapun. Ok,. aku putuskan untuk ke sana. Meskipun dengan berbagai resiko yang mungkin aku temui nantinya.
Kami berangkat pukul 2 siang lebih. Sedikit terlambat karena banyak hal yang mesti dipersiapkan mulai dari chemical, Personal Protecting Equipment, bahan makanan, maupun peralatan tulis. Perjalanan kami mulai dari pintu masuk Plant. Setelah melewati security check yang cukup menghabiskan waktu sekitar 5 menit, kami lanjutkan perjalanan dengan sebuah Ford Ranger warna Silver membelah hutan dan perkebunan sawit milik warga. Jalanan yang kami lewati cukup terjal. Terbukti, beberapa kali drum chemical terguling dan kami mesti menghentikan laju kendaraan untuk memposisikannya kembali.
Sesampai di sebuah dermaga kecil dengan papan tertulis "Jetty Landing", kami hentikan laju kendaraan. kami akan beralih menaiki sebuah perahu motor. Dari sini saja aku sudah cukup merasakan kepuasan yang berarti. Tidak kusangka pemandangan sungai Batanghari akan seindah sore itu. Hawa sejuk mulai merasuk mengisi relung2 kalbu dan mengusir kepenatan jiwa selama hampir 10 hari "terpenjara" di lokasi pekerjaan. Tak perlu menunggu lama, perahu motor yang penduduk sekitar sebut sebagai "getek" itu telah bersandar di dermaga. kami segera menaikinya dengan tak lupa membawa serta seluruh barang bawaan.
Perahu segera berlayar membelah sungai batang hari dari tepi kiri melawan arus yang sebenarnya tidak begitu deras. Subhanallah, ini lebih dari apa yang aku harapkan sebelumnya. Di atas tampak matahari telah sedikit kehilangan intensitasnya dengan menyisakan sejumlah rona merah khas langit senja. Angin berhembus cukup lembut dan menyela setiap sisi tubuh yang ditemuinya. Di kanan kiri masih tampak pemandangan hijau pepohonan yang begitu alami. Tampak arus kemajuan jaman belum mampu menyentuh daerah ini. Di kejauhan beberapa penduduk tengah menambang emas dengan semangat, meskipun hanya secara tradisional. Rumah2 gubuk ataupun rumah2 panggung terlihat sangat leluasa di atas sana. Beberapa wanita tampak mencuci baju dengan diselingi senda gurau di antaranya. Anak2 kecil bermain air sambil sesekali melompati kayu yang telah tumbang dan terdampar di tepi sungai. Tak jarang air sungai yang cukup jernih ini terpercik ke muka kami. Sungguh perjalanan yang tak terlupakan.
Aku begitu menikmati detik demi detik perjalanan air ini. Seakan tidak rela untuk segera sampai di dermaga tujuan. Tak terasa telah satu jam kami berada di atas perahu motor. Dermaga tujuan pun telah berhasil di capai. Kami turunkan semua barang bawaan dan melanjutkan kembali perjalanan darat menggunakan mobil sejenis yang kami tumpangi tadi. Kali ini jalan yang kamu lewati sedikit lebih terjal. Hutannya pun terlihat lebih rimbun. Sesekali kami temui pohon2 karet siap panen milik warga sebelum kembali melewati hutan alami yang masih perawan. Sungguh menyenangkan mengalami ini semua.
06 Oktober, 2009
God,.. Please forgive me..!!
“Terserah bapak saja”, jawabku singkat atas ajakan Pak ***. Sore itu aku terlalu lelah untuk melanjutkan perjalanan jauh yang telah kami mulai empat jam yang lalu. Aku tidak ambil pusing kemana mobil ini akan membawaku nanti. Karena dari kata2 beliau, hanya muncul bayangan tempat yang menyenangkan, santai, dan rileks di kepalaku. Sesuai dengan apa yang aku butuhkan saat itu.
Rupanya mobil telah berhenti di depan sebuah rumah makan mewah yang entah apa namanya (kepalaku terlalu malas untuk sekedar menyimpan sementara memori nama rumah makan yang telah terbaca oleh mata). Kami turun segera setelah mobil bener2 berada pada posisi yang tepat untuk parkir. Tentu saja kami tidak berdua saja. Saat itu ada tiga orang lagi bersama kami. Semuanya terlihat letih dan kurang bersemangat mengingat lamanya kami dalam perjalanan tadi.
Rupanya malam itu cukup banyak pengunjung yang datang. Kami menghabiskan waktu cukup lama untuk berjalan menyusuri meja2 yang telah terisi entah itu satu keluarga, beberapa pekerja kantoran, sampai beberapa pemuda yang sengaja berkumpul di situ untuk menghabiskan malam mereka dengan santai. Akhirnya sampailah kami di sudut kanan restoran. Terlihat meja yang kosong dengan beberapa buah kursi mengelilinginya. Kami putuskan di situlah kami akan rehat sejenak menghilangkan lelah sambil menikmati santap malam.
Sebuah panggung besar dengan jarak lumayan jauh cukup terlihat dari meja kami. Rupanya malam itu mereka sedang mengadakan fashion show. Entah apa motifnya, karena bagiku terasa kurang ada korelasi yang tepat antara rumah makan dan pagelaran adibusana. Tapi sudahlah,. Toh tidak mengganggu acara makan malam kami. Aku terlalu asyik menikmati nasi goreng yang aku pesan beberapa menit lalu, sampai tiba2.. seorang wanita melintas di samping meja kami. Tidak sampai di situ,.. beberapa rekannya juga melakukan hal yang sama.
Aku perhatikan,. Ternyata mereka lah para model fashion show itu. Aku tidak habis pikir, mengapa mereka bisa sampai di sini.? Padahal panggung itu sudah cukup lebar bagi mereka semua kalau hanya untuk sekedar berlenggak lenggok dan memamerkan model pakaian yang sedang mereka kenakan. Ow,.. rupanya celah di antara meja2 makan yang ada di restoran inilah “cat walk” mereka yang sebenarnya.
Lagi lagi aku tidak ambil peduli dengan itu semua. Aku anggap ini hanya sebagian kehidupan malam yang belum sempat aku ketahui keberadaannya. Kami selesaikan makan malam kami sembari menikmati hiburan yang tak terduga ini.
Kami kembali ke mobil setelah merasa cukup bugar untuk melanjutkan sedikit lagi perjalanan yang tersisa. Aku tahu, ini terlalu malam untuk bisa sampai ke tujuan awal. Kami memutuskan untuk beristirahat di sebuah rumah penginapan untuk keesokan harinya dapat melanjutkan kembali perjalanan yang tertunda.
Tapi tunggu dulu,.. perasaanku berubah tidak menyenangkan saat aku ketahui mobil yang kami tumpangi tiba2 parkir di depan sebuah tempat hiburan bertajuk “karaoke”. Aku spontan menanyakan maksud semua ini. Dengan entengnya beliau menjawab,” sudah gag papa, kita mampir sebentar aja kok, nggak sampai jam 12 kita sudah sampai di hotel”. Jawaban yang cukup melegakan. Namun masih saja belum mampu menghapus seluruh keheranan di kepalaku.
Aku coba menawarkan diri agar menunggu saja di mobil sampai urusan beliau di tempat ini bisa diselesaikan. Rupanya beliau keberatan dan terus memaksaku agar bergabung dengannya. Entah setan apa yang lewat saat itu, sehingga aku mengiyakan bujukannya. Rupanya rasa penasaran semakin mendukung keputusanku.
Kami semua memasuki gedung itu melalui sebuah lift dari dinding pojok parkiran. Si operator lift membawa kami ke lantai 3 yang aku lihat di daftar sebagai “ruang karaoke”. Sekeluar dari lift, kami telah sampai di sebuah meja resepsionis dengan karyawati yang berdandan tidak lazimnya seorang pekerja kantoran. Meski belum bisa disebut minim, tapi sudah di luar koridor busana sopan. Akhirnya salah seorang dari mereka membawa kami melewati sebuah lorong yang merupakan akses menuju ruang karaoke yang beliau maksud. Pada saat itu,. Nalarku sudah mencium ketidaksetujuan. Aku sudah kehilangan rasa penasaran yang tadi begitu kuat membawaku ke tempat ini.
Dengan langkah yang cukup berat aku ikuti mereka ke sebuah ruang gelap. Begitu tirai dibuka, tampak beberapa wanita sedang duduk di dua atau tiga sofa yang ada di sudut2 ruangan itu. Astagfirullahal’adzim,… aku segera palingkan wajahku dari mereka. Kali ini aku bisa sebut tidak sopan atas busana yang mereka kenakan. Untungnya, aku tidak sendiri, ada satu orang lagi dari kami yang sependapat denganku. Di saat yang lain sibuk memilih “wanita” untuk menemani mereka berkaraoke, kami putuskan menghindar dari “spot” itu, walaupun masih di tempat yang sama. Entah transaksi apa yang mereka lakukan tadi, namun mereka kini telah berpasang pasangan dan memasuki sebuah ruangan yang tersedia.
Aku dan seorang lagi yang tidak ikut serta, memilih untuk mencari tempat menunggu yang pas sambil menikmati masing2 sebotol soft drink. Dalam hatiku bertekad,.. ini mungkin pengalaman pertamaku berada di tempat maksiat seperti ini, namun aku pastikan, inipun akan menjadi pengalaman terakhirku. Dalam hati aku berdoa,” Ya Allah, keluarkanlah kami dari tempat ini sesegera mungkin,.. Ampuni aku yang telah terbujuk rayuan syaitan melalui bisikan penasaran di hati. Semoga Engkau tidak meninggalkan aku dalam keadaan seperti ini”.
02 Oktober, 2009
Tipuan Panca Indera..!! (bag.1)
Percayakah kamu dengan kelima indera yang kamu miliki.? Apakah dengan mereka saja kamu sudah merasa cukup mampu mengenal dunia dengan sebenar2nya.? Sebelum kamu benar2 yakin, coba renungi beberapa fakta berikut:
1. Mata, indera penglihatan.
Pasti kamu beranggapan jika inilah indera yang paling bisa dipercaya untuk mampu mengenal lingkungan dan segala sesuatu di sekitar kita. Itulah mengapa muncul istilah "melihat dengan mata kepala sendiri". Seakan jika telah mengenal sesuatu melalui indera ini, maka itulah yang sebenarnya terjadi. tapi benarkah demikian.?
Ketika kamu terdampar di sebuah padang pasir yang panas di terik siang, atau kamu sedang berada di atas jalan raya beraspal pada pukul 12 siang, mata akan melihat adanya air di kejauhan. Semakin panas keadaannya, semakin banyak air yang bisa kamu lihat. Padahal pada situasi seperti ini kamu benar2 tahu jika itu hanya fatamorgana.
Ketika kamu terdampar di sebuah padang pasir yang panas di terik siang, atau kamu sedang berada di atas jalan raya beraspal pada pukul 12 siang, mata akan melihat adanya air di kejauhan. Semakin panas keadaannya, semakin banyak air yang bisa kamu lihat. Padahal pada situasi seperti ini kamu benar2 tahu jika itu hanya fatamorgana.
Berdasarkan teori fisika alam, suatu peristiwa "melihat" adalah ketika sebuah objek yang berada di titik fokus mata kita mampu menghasilkan ataupun memantulkan cahaya sehingga cahaya tersebut dapat ditangkap oleh sistem penglihatan kita. Jadi jelas, fenomena melihat sangat tergantung pada sebuah materi yang bernama cahaya. Fakta pentingnya, cahaya merambat secara bergelombang dengan kecepatan 300 ribu kilometer per detiknya. Dalam kepadatan ruang tertentu, ia mampu berubah arah maupun kecepatannya. Bukti: masukkan sebuah pena di dalam gelas yang terisi air putih setengah bagian. Apakah yang kamu lihat adalah kejadian sebenarnya.? jangan terlalu yakin.
Sebagai materi dengan kecepatan luarbiasa (meskipun tetap mampu terukur) cahaya di gunakan sebagai media "angkutan" pesan tertentu dalam sebuah serat optik dengan jarak relatif dekat (untuk pendekatan dunia skala cluster /jagad raya). Tapi untuk jarak relatif jauh, masihkah kita percaya dengan cahaya yang notabene merupakan syarat utama terjadinya proses melihat.? Bukti: Jagad raya terbentuk dari milyaran bahkan trilyunan galaksi. "Milky way" atau galaksi bima sakti sebagai tempat beredarnya bumi yang kita diami pun terdiri dari milyaran bahkan trilyunan planet, satelit alam, bintang, dan benda2 langit lainnya.
Cahaya yang dihasilkan matahari (bintang terdekat dari planet bumi) saja membutuhkan waktu kurang lebih 8 menit untuk merambat sampai ke bumi. Lantas bagaimana dengan bintang2 lain yang berjarak 8 hari, 8 bulan, 8 tahun, bahkan 8 milyar tahun cahaya.? Padahal kita melihatnya setiap malam ketika langit sedang cerah. Jadi, saat kamu melihat sebuah bintang berkedip di langit pada detik ini, yakinkah kamu jika bintang itu benar2 berada di sana saat ini.? Jangan terlalu berharap. Karena pada kenyataannya, kamu sedang menyaksikan keadaan bintang tersebut pada 8 hari, 8 bulan, 8 tahun, bahkan 8 milyar tahun yang lalu.
Analogi sederhana, misalkan bintang yang kita lihat itu berjarak 8 tahun cahaya. Sedangkan 6 tahun lalu bintang tersebut telah hancur akibat bertabrakan dengan bintang lainnya. Maka jangan heran, jika bintang yang kita lihat berkedip dengan cantiknya di langit saat ini, sebenarnya sudah tidak ada lagi.
Apakah kamu masih beranggapan bahwa waktu adalah dimensi yang kekal yang tak mampu dihentikan, dipercepat, diperlambat, atau diputar ulang.?? Renungkan kembali keyakinan kamu,..
Maka, jika mata mampu berwujud manusia, maka ia adalah orang yang paling sering menipu kita.
Wake up, September will be end,..!!
"♪♫Some people stand in the darkness.♪Afraid to step into the light,.♪♫"
Lagu ini terdengar nyaring dari atas meja samping kasurku. Percaya atau tidak, inilah lagu pengantar segala aktifitas harianku. Dan hari itu aku tahu jika waktu telah menunjukkan pukul 16:00 tanpa perlu melihat jam. Tak ubahnya seperti robot, aku melakukan rutinitas yang hampir presisi setiap harinya selama 7 hari berturut2. Seperti update terbaru dari sebuah software bernama "budi iswanto", ini adalah program yang telah terinstall sebagai aktifitas paling efektif yang bisa aku lakukan selama bertugas di shift malam.
Seperti sebuah program PLC dengan logika "if" dan "then", maka hampir dapat dipastikan tidak ada deviasi atas rutinitasku setiap hari. Misal,
"if" it is 06:00 am, "then" I will go back to camp.
"if" it is 07:30 am, "then" I will get my rest time.
"if" it is 12:30 pm, "then" I will wake up to take a pray.
"if' it is 04:00 pm, "then" I will wake up to go bath + take a pray
"if it is 05:40 pm, "then" I will go to Plant
'
'
Sudah satu jam lebih aku terjaga semenjak dering alarm hp berhasil dengan gemilang membangunkan aku. Saat itu, aku sedang duduk terpaku dengan jarak sekitar 4 meter di depan sebuah kotak gambar bersuara yang berukuran 42 inchi. Mungkin ini kegiatan yang paling aku sukai untuk menanti saatnya waktu bertugas. Sampai tiba2,.. sebuah kejadian luar biasa melakukan "interupt",
Kursi yang aku "jajah" terasa berontak,..
Kotak gambar itu bergerak ke kiri dan ke kanan,..
Sontak aku mengungsikan diri ke luar. Aku terperangah saat melihat pohon2 terombang-ambing, tiang2 lampu jalan melambai-lambai, Terdengar sirene emergency meraung2 dengan kerasnya. Tanpa banyak bertanya, aku dan beberapa penghuni hutan ini bergegas mendatangi muster point. Tempat yang dikhususkan untuk berkumpul dalam keadaan bahaya. Camp bos segera mendata POB (personil on board) untuk memastikan tidak ada penghuni yang tertinggal di tempat lain. Beberapa saat setelah guncangan mereda, kami membubarkan diri dengan sedikit perasaan cemas. Terutama bagi mereka yang memiliki keluarga di daerah Pariaman, Padang, setelah mendapat informasi sumber guncangan ini. Berdiri pada jarak yang cukup jauh ini saja sudah dapat membuatku merasakan guncangan yang cukup hebat. Lantas, bagaimana dengan orang2 yang berada dekat dengan sumber gempa.?
Dan,.. kekhawatiranku terjawab setelah keesokan harinya kembali menyaksikan kabar kejadian sore ini melalui kotak gambar di ruangan tadi..
Innalillahi wa Inna Ilaihi Rajiuun.
Dan pada sisi Allah kunci-kunci yang gaib, tidak ada yang mengetahuinya selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan di lautan dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan diketahui-Nya.
29 September, 2009
One day in my every single month
Rawamangun,..rawamangun,.. terakhir,.. terakhir,...
Alhamdulillahirobbil'aalamiin,.. setelah 22 jam duduk terpaku, akhirnya aku bisa bebaskan "bottom"ku dari penderitaan. Baru sekaranglah tampak ada kehidupan di bus yang aku tumpangi. Mereka terlihat sibuk dengan dirinya sendiri sembari berebut untuk turun. Sekarang, 1,2 atau 3 menit lagi tidak ada bedanya bagiku. Aku tunggu saja sampai cukup ada ruang untuk bergerak bebas.
Hawa panas mulai terasa begitu aku menginjakkan kaki di aspal terminal. Roda kehidupan manusia tampak begitu jelas berputar. Mulai dari kernet yang sibuk mencari penumpang, sopir yang duduk di belakang kemudi untuk memastikan kendaraannya terisi penuh sebelum menekan pedal gas, penjual koran yang berteriak memanaskan situasi, asap2 bis berbahan bakar solar yang mampu mengurangi jarak pandang, dan tentu saja pengemis, sang penghuni utama pusat2 keramaian. Semua begitu larut dalam rutinitas hariannya.
Aku lihat sebuah mobil sedan berwarna biru dengan lambang burung di atasnya melintas perlahan di depanku. Tanpa pikir panjang aku segera hentikan. Semua polusi telinga, mata, hidung, maupun kulit yang tersaji lengkap sudah cukup memberi alasan bagiku untuk tidak bertahan lama di tempat itu.
hotel, harris, tebet
Hanya dengan 3 kata terucap, ia langsung membawaku pergi dari tempat ini. Inilah gunanya keyword dalam mata kuliah tata bahasa yang sempat aku pelajari di bangku kuliah dulu. Meskipun, secara personal dulu aku tidak begitu menyukai dosen pembawa mata kuliah ini, namun aku usahakan untuk tetap menyukai materi yang disampaikan. Terbukti, kali ini ada manfaat yang bisa aku petik.
Ternyata jarak yang mesti kami tempuh tidak sejauh dugaanku. hanya 20 menit berselang, mobil sudah berhenti di pelataran sebuah gedung bernuansa krem orange. "Alhamdulillah, akhirnya aku bisa beristirahat" syukurku dalam hati. Setelah beberapa security check aku lewati dan sedikit birokrasi di meja resepsionis, sampailah aku di kamar 407.
Sekitar pukul 9 malam, beberapa rekan seprofesi mulai berdatangan di tempat ini. Inilah saatnya berinteraksi bersama mereka sambil berbagi pengalaman dari berbagai site yang spesifik. Karena tidak menutup kemungkinan akan adanya kemiripan, atau bahkan presisi untuk equipment, problem, atau prestasi di masing2 lokasi. Selain untuk mematangkan pengalaman, ajang ini juga berguna menambah kemampuan dasar operasional kami di tiap plant yang kami handle.
Alarm yang aku set pukul 02:45 telah cukup sukses membangunkanku. Setelah membersihkan dan menyegarkan diri, maka aku datangi meja birokrasi di lantai 1 untuk menyelesaikan semua persyaratan administrasi. Tanpa banyak menunggu, mobil sejenis yang aku tumpangi kemarin, kini telah pergi membawaku meninggalkan rumah peristirahatan ini. Blok M menjadi tujuan berikutnya untuk aku datangi. Di sana telah menanti sebuah bus pemerintah berlabel DAMRI yang akan membawaku menuju Cengkareng. Dan di terminal 2F lah ia akan menurunkan aku nantinya.
Gerai pesawat berlambang burung kebangsaan negara segera aku datangi begitu aku menginjakkan kaki di tempat ini demi mendapatkan print out atas e-tiket yang aku miliki. Security check di pintu 1 aku telah lewati sebelum memutuskan mendaftarkan diri sebagai penumpang pesawat yang akan terbang menuju bandara Sutan Thaha. Baru saja aku melihat jam di tanganku yang menunjukkan pukul 06:10, seorang wanita sudah begitu lantang bersuara,
Passanger of Garuda with flight code GA 136 to Jambi, please boarding to the aircraft.
Belum lama aku duduk di deretan ke 18 pesawat ini, wanita itu kembali bersuara. Namun kali ini dengan nada sedikit pelan. Seperti biasa, ia akan membacakan peraturan keselamatan penerbangan sipil yang ditetapkan oleh pemerintah dan dilanjutkan dengan menyuarakan ancaman pemerintah atas pengedar narkoba.
Welcome aboard, In according to the civilians safety prosedures,... en bla bla bla,....
Dan,.. hzz..hzz.hzz...
(Bahkan aku tidak menyadari kapan pesawat ini mulai take off. Rupanya rasa kantuk masih tersisa di kedua pelupuk mataku,...)
28 September, 2009
Petuah jalanan,.!!!

Maap, cerita di bawah hanya dibuat dalam versi jawa timur karena belum ada fasilitas bi-lingual dalam system kami. Jika anda kesulitan menerjemahkannya, carilah orang jawa untuk membantu anda. hehe..
Waktu iku bar mulih tekan Rumah Sakit nggone biasa aku MCU. Iseng2 nggawe kartu asuransi cek ono gunane (Eman tah lek ora digawe..!!). Arep mulih kok ganok tumpakan, walah,.. bingung aku. Kate naksi eman duwite, kate mlaku eman segone, kate mlayu eman sikile (iso2 sek tekan porong dengkulku wes anjlog). Yoweslah, mumpung krungu adan Ashar nang mushola cedak kono, aku mampir dhisik wae. Mari sholat, aku nyegat mikrolet "I" nang pinggir dalan. ujug2 sing tak enteni moro. Gag kati' kesuwen, drijiku langsung ngacung nang ngarep. Rupane supir angkote wes paham maksudku (yaeyalah,.. nandi2 ae lek arep numpak angkot lak yo ngunu tah.. hehehe.).
Mari mikrolete mandek, aku yo munggah ae. Tak rungok2no, nang njero ono wong sing ket maeng ngobrol terus karo supire. Kiro2 oleh setengah jam, aku krungu kata2 sing menurutku jeruuu,... maknane. Gag nyongko iso krungu kata2 koyok ngunu, opo maneh sing ngomong iku mung koncone supir angkot (lek tak rungok2ne seh, wonge iku sek pengangguran sing kaet entuk oleh garapan. Lha rupane supir iki yo kepingin melok pisan. Berarti lak ninggalno penggaweane saiki toh.?).
"Sampeyan iki opo karepe,.?? Wes duwe penggawean penak koyok ngene sek karep melok aku sing ra jelas jluntrungane. Iki ae durung mesti luwih gede olehe timbangane sampeyan nyupir. Sampeyan Arep ngguwak Sego, terus nggolek Upo ngunu tah..?"
Ayah.. kembalikan tangan Dita,.!!!

( Maaf, cerita di bawah bukan buah pikiran penulis sendiri, melainkan posting tetanggga yang sengaja di upload sebagai bahan renungan bersama,..)
Sepasang suami isteri - seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya... karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.
Sepasang suami isteri - seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya... karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.
Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembanturumah.Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya.
Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, "Kerjaan siapa ini !!!" .... Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar.. Dia juga beristighfar. Mukanya merahpadam ketakutan lebih2 melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ' Saya tidak tahu..tuan." "Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?" hardik si isteri lagi.Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata "DIta yg membuat gambar itu ayahhh.. cantik ... kan !" katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa.. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali2 ke telapak tangan anaknya. Si anak yang tak mengerti apa apa menagis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya. Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan.
Pembantu rumah terbengong, tdk tahu hrs berbuat apa... Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar. Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka2 dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka2nya itu terkena air.. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu.. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah.
Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. "Oleskan obat saja!" jawab bapak si anak.Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya.Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. "Dita demam, Bu"...jawab pembantunya ringkas. "Kasih minum panadol aja ," jawab si ibu.
Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya.Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. "Sore nanti kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00 sudah siap" kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya sudah serius.
Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. "Tidak ada pilihan.." kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut..."Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah" kata dokter itu. Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi. Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan.
Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata. "Ayah.. ibu... Dita tidak akan melakukannya lagi.... Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi... Dita sayang ayah.. sayang ibu.", katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. "Dita juga sayang Mbok Narti.." katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.
"Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti?... Bagaimana Dita mau bermain nanti?.... Dita janji tdk akan mencoret2 mobil lagi, " katanya berulang-ulang. Serasa hancur hati si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung2 dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur.
Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf...
05 September, 2009
Namamu doa untuk Tuhan..!!
[ Ojo turu ae tah Bo (kebo, red), ndang nyambut gawe kono..!!]
[Ngu (Tengu, red), sido po ora, kok kaet maeng gag budhal2.??]
Rupanya kata2 serupa tidak bener2 hilang dari pendengaranku. Padahal, dengan berdiri pada jarak lebih dari 1500 km, aku berharap tidak lagi mendengar kata2 yang tidak "sedap" di telinga. Perbedaan kultur, adat, dan tentu saja watak, nyaris saja melengkapi harapanku ini. Tapi setelah aku mendengar beberapa kalimat,
[Oy,. Meng (entah apa artinya, yang pasti ini bukan nama aslinya),.. apo dio gawe kawan kito sikok ni.??]
[Pek (Apek, red),.. cakmano, galak idak kao gantikennyo.?]
Rupanya tidak ada beda. Meski dengan bahasa yang berlainan, "cela" ini masih saja melekat pada ucapan yang terlontar dari mulut mereka. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan kalimat2 itu. Tapi sayang, mengapa mereka harus mengawalinya dengan menyakiti hati orang lain.?
Nama. Setiap orang pasti memilikinya. Selain untuk membedakan antara yang satu dengan yang lain, nama merupakan "identitas" bagi pemiliknya. Di setiap nama terletak doa setiap orang tua. Tentu tidak ada orang tua di dunia ini yang sembarangan mewariskan "kata pengenal" bagi keturunannya. Setumpuk harapan, keinginan, dan kecintaan telah mereka sematkan sebelum memutuskan kata yang tepat untuk dibawa anak seumur hidupnya.
Lantas, apa hak kalian.? Mengapa tanpa perasaan bersalah sedikitpun, seenaknya merubah itu semua.? Apakah dengan melakukannya, membuat kalian merasa hebat dan berkuasa atasnya? Apakah itu semua akan memperlancar komunikasi kalian.? Apakah kalian berharap semua akan baik2 saja?
Aku rasa tidak. Kalian telah menusuk perasaan seseorang bahkan sebelum kalian selesaikan kalimat itu. Dan jika setelahnya kalian mengharapkan ekspresi dan reaksi yang murni, kalian salah. Senyum yang tampak di wajah saudara kalian itu hanya untuk menutupi sesak di dada. Meski ia coba untuk tidak mengambil serius ucapan itu, tetap saja ada goresan di hatinya.
Jadi, jika kalian bisa memanggil ia dengan nama yang telah diwariskan orang tuanya, mengapa tidak dilakukan saja. Apakah kalian akan menanggung beban karena melakukannya? Ataukah kalian lebih memilih untuk semakin mengeraskan hati dan memanggil saudara2 kalian dengan julukan yang tidak mereka sukai dan beranggapan tidak ada yang salah dengan itu semua.? Apakah kalian ingin menambah goresan di hati saudara kalian.?
04 September, 2009
Hebatnya tombol itu.!!

Bentuknya sih gag jauh beda sama saklar ON-OFF radio2 klasik. Bulet, dengan tonjolan memanjang di tengah dan garis putih sebagai penegas posisinya. Warnanya hitam. Sungguh tidak menampakan adanya keistimewaan pada tombol ini. Letaknya pun hanya tergeletak di tengah meja di antara dua layar pemantau proses refinery. Bersebelahan dengan perangkat telepon dan radio komunikasi.
Jika diperhatikan dengan seksama, hanya tampak tulisan yang tersusun atas 3 huruf. yakni huruf E, S, dan D yang disusun berjajar. Cukup ringkas untuk tombol yang tampak mungil ini. Di sampingnya terdapat satu lagi tombol serupa. Lagi2 hanya memiliki keterangan fungsi yang terdiri atas 3 huruf. Namun kali ini huruf E, D, dan P yang dipakai. Terdapat satu kata yang berada pada arah jam 10 dari kedua saklar ini bertuliskan "normal". Sedang untuk kata "ESD" dan "EDP" terletak pada arah jam 2 masing2 tombol.
Anehnya, kedua tombol ini hampir tidak pernah difungsikan. Kenapa.??
Jika kamu ingin tahu jawabannya, mari kita lihat buku berjudul "cause and effect" yang ada di atas lemari. Mari kita lihat informasi yang tersimpan di dalam buku mengenai "kedahsyatan" kedua tombol ini.
Pertama untuk tombol ESD. Jika kita coba putar tombol ini dari posisi "normal" ke arah jam 2, maka bisa kita sebut ini sebagai sebab atau dalam buku ini dianggap sebagai "cause". Lantas dari tabel bisa kita lihat satu persatu kejadian yang menyertainya. Yang di dalam buku ini disebut sebagai "effect". Mereka antara lain,
1. 1142-GTG-A/B shut down. hehehe,. dari namanya kamu bisa baca kalau ada yang "mati" atau berhenti beroperasi. Mang apaan seh GTG tu.? Sebenarnya GTG itu kependekan dari Gas Turbine Generator. Nah,.. sekarang kamu paham kan maksudnya.? Yups,.. bener sekali. Pembangkit energi untuk seluruh kegiatan refinery akan mati. Akibatnya? Tentu segala peralatan yang menggunakan energi ini akan berhenti beroperasi. Sebut saja motor listrik. Lantas, emang kenapa kalau motor listrik mati? Apa hubungannya sama gas dan minyak yang kita jual.? hehehe. Pendeknya, Gas atau minyak yang kita jual kan dialirkan lewat pipa. sedangkan untuk membuat mereka mengalir, dibutuhkan pompa dan kompressor. Nah, di sini benang merahnya sudah mulai tampak. Untuk dapat berputar, pompa atau kompressor tentu membutuhkan alat pemutar. Di sinilah motor listrik mengambil bagiannya. Ok, mari kita analisis "effect" berikutnya.
2. 1115-ESDV closed. kamu pasti sudah dapat menebak maksudnya. ESDV jika kita panjangkan artinya akan menjadi Emergency Shut Down Valve. Kata valve di sini berarti kerangan. Untuk mudahnya, bayangkan saja ia sebagai sebuah keran. Yups,.. 11-12 lah fungsinya sama keran air di kamar mandi kamu. Hanya saja, ia berukuran jauh lebih besar dan mengalirkan tidak hanya air, melainkan juga minyak dan gas. Jika pipa air di rumah kamu hanya berukuran setengah, tiga perempat, atau maksimal satu inchi. Maka valve disini bisa berukuran 10 inchi atau lebih. 10 inchi jika dikonversi ke satuan cm, akan sebesar 25 cm. hehehe,.. bisa kamu bayangkan gag pipa dengan garis tengah seperempat meter. Kalo begitu, valve tadi ukurannya seberapa.? Just imagine it. hehehe.. Jadi jika diartikan, maka keran sebesar itu tadi akan menutup. Itu berarti tidak ada aliran yang masuk ke kilang kita. Atau simpelnya, kegiatan jualan kita terhenti seketika itu juga.
Sebenarnya masih ada beberapa "effect" yang menyertai akibat kita putar posisi tombol mungil tadi. Namun, dua "effect' di atas sudah cukup menggambarkan "kedahsyatan" tombol ESD.
Lantas untuk tombol EDP yang memiliki nama panjang Emergency De-Pressurized, sebenarnya hanya memiliki satu "effect" jika di aktifkan. Yakni, semua peralatan yang bertekanan akan mulai melepaskan "pressure" untuk menyamakan diri dengan tekanan ambient atau lingkungan (1 atmosfer, 14,7 psia, o psig, atau apalah terserah kamu untuk menyebut kondisi setara lingkungan ini). Hanya saja, kita memiliki tidak hanya satu atau dua alat saja yang bertekanan di dalam Plant. jumlahnya lebih dari 10 unit. Dan celakanya, mereka semua hanya memiliki satu jalur pembuangan tekanan. hehehe,.. seperti yang kamu duga, semua kelebihan tekanan ini akan dibakar di sebuah alat pengaman yang bernama flare stack. Bentuknya cerobong dan ia terjulur sangat tinggi ke atas. Kamu pasti tahu alasannya. Yaitu untuk mengurangi efek panas yang ditimbulkannya terhadap daerah sekitar. Dan tentu saja terhadap manusia. Namun, ketika semua "pressure" yang notabene berwujud gas ini berebut untuk mengalir, bisa dibayangkan besarnya api yang akan ditimbulkan oleh flare stack tadi. Mungkin jika kamu berdiri 200 meter darinya, kamu masih bisa merasakan panasnya seperti berdiri di tengah gurun pasir pada siang hari.
Sebenarnya semua penjelasan tadi hanya untuk efek secara fisik saja. Tentu sebagai sebuah "tempat usaha" yang melibatkan berbagai pihak, berbagai negara, berbagai kepentingan, dan berbagai2 lainnya. Efek susulan lain tentu akan segera terjadi. Terutama berkaitan dengan birokrasi, management, dan kontrak kerja.
Beberapa engineer & planer akan mengkalkulasi kerugian yang ditimbulkan akibat gagal beroperasinya suatu plant. Jadi, jangan heran jika mereka tiba2 menyimpulkan,
"kerugian yang kita derita akibat bergesernya posisi kedua tombol ini adalah 150 milyar perhari."
Bbbrrrr....!!!!! jadi tinggal diitung saja kerugiannya tergantung lamanya waktu yang dibutuhkan untuk membuat kilang kembali beroperasi normal.
Seru ya...??? (^_^) y
03 September, 2009
Malam Mencekam.!!

Cerita ini aku alami saat sedang shift malam di tengah pedalaman jambi yang rimbun.
Deg,.!!
langkahku terhenti seketika. Seperti ada sesuatu di ujung lorong itu. Indera keenamku mulai merasakan kehadiran sesosok makhluk bercahaya. Samar2 ia terlihat di kejauhan. Lorong itu begitu gelap sehingga mengurungkan niat untuk membuktikan rasa penasaranku. Aku lanjutkan langkah tadi dengan menyimpan penasaran yang tak terjawab.
Begitu aku memasuki ruangan ini, aku mulai sejenak melupakan peristiwa aneh yang baru aku alami. Rutinitas pekerjaan sedikit banyak telah menyita perhatianku. Lantas, tiba2 timbul keinginan untuk pergi ke toilet. Dan aku baru menyadari jika toilet itu berada tepat di ujung lorong gelap tempat aku menemukan fenomena aneh tadi. perasaan ragu mulai berkecamuk dalam diri. Apakah aku harus menunda hasrat ini sampai esok pagi.? Ah tidak, itu terlalu lama.
Dengan tekad yang sebenarnya tidak seratus persen penuh, aku beranjak dari tempat dudukku. Selangkah demi selangkah berhasil aku lalui. ok, sekarang aku sudah berada di depan pintu. Tekadku untuk melanjutkan langkah sebenarnya telah mulai luntur. Tapi keadaan memaksaku untuk tetap menuju toilet itu. Setelah sejenak berfikir, aku ambil keputusan berani dengan tetap meneruskan langkah ini.
Kucoba pandangi ujung lorong tmpat aku melihat kejadian aneh tadi. Dan ternyata...??
"Sesuatu" itu masih tampak di sana. Sepertinya ia sengaja menampakkan diri di hadapanku. Duuh,..apa yang harus aku lakukan.? haruskah aku tetap ke sana.? keraguan ini kembali menyeruak dalam benakku. Terlihat ia seperti sedang berkedip. Antara terlihat dan tidak. Tapi dari tubuhnya memancar cahaya merah.
lamaa,.. sekali aku berdiri di situ. Mencoba mengumpulkan kembali keberanian yang telah jatuh berserakan sejak aku melihat keberadaanya tadi. Aku coba menghirup napas dalam2, dan aku langkahkan kakiku menuju arah cahaya itu,
Semakin dalam aku masuk ke lorong itu, semakin jelas cahaya itu berpendar. Aku tidak bergeming. dengan langkah yang mulai mantap aku meneruskan perjalanan. Sampai tiba2 aku telah berada beberapa meter dari posisi "makhluk ini". Di sebelah kanan telah aku dapati pintu toilet. Aku belokkan tubuhku ke dalam tanpa mengindahkan keberadaannya.
Begitu aku selesai dengan urusanku di toilet, tentu ruangan kerja menjadi tujuanku untuk kembali. Perasaan takut bercampur cemas telah memenuhi isi kepalaku. terasa lebih besar dari saat aku meninggalkan ruangan tadi. Perlahan aku buka pintu toilet sambil memastikan makhluk bercahaya itu telah pergi. Ku putar sedikit kepalaku ke arahnya, dan,.. kudapati ia masih tetap pada posisinya. tanpa banyak berpikir, aku tinggalkan toilet itu dengan langkah sedikit berlari.
Sesampai di ruangan kerja, perasaanku mulai lega. Untung saja tidak terjadi apa2 denganku tadi. Kalo tidak, siapa yang akan menolongku.? sedangkan aku hanya berdua bersama seniorku dan dijaga seorang security di posnya yang berjarak lumayan jauh.
Dengan napas sedikit terengah-engah, aku ceritakan semua kejadian yang aku alami tadi kepada seniorku. Tapi aneh, reaksi yang ditunjukkannya benar2 di luar dugaanku. Rupanya hal ini tidak cukup mengejutkan. Ekspresinya tampak datar dan biasa2 saja. Seperti ia telah mengetahui hal ini berulang kali.
Dengan sedikit tersenyum, ia berkata, "baguslah kalo begitu, coba sekarang kamu cek fire detector di ruangan sebelah juga. Apa masih berfungsi dengan baik.?"
hag..hag..hag,.. gag usah serius gitu dong bacanya..!!! (^_^) "
02 September, 2009
Who Am I. ??

Kalo kamu pikir aku sedang nonton pilemnya Jacky chan, kamu salah besar. Emang seh, sedikit banyak ada kaitannya. Tapi, aku bukan orang sehebat itu yang bisa melawan 10 penjahat sekaligus tanpa luka sedikitpun. Aku tidak setampan Jacky yang digandrungi cewek2 dalam pilem City Hunter. Hanya saja, kami memiliki beberapa persamaan selain sama2 pria tentunya.
Jacky Chan seorang introvert. Begitupun aku. Meski kata orang, seorang introvert akan sulit berkembang, tapi setidaknya kami lebih dapat menguasai diri. Kami tahu betul apa yang akan kami lakukan atau katakan. Semua telah terpikir dengan matang. Bahkan terkadang terlalu "matang". Sampai hal2 yang tidak berhubungan sekalipun terlihat penting bagi kami untuk dipertimbangkan pengaruhnya. Resikonya, kami terlihat lebih lamban, kurang lincah, dan sebagainya. Namun, kami bisa melihat berbagai deviasi yang muncul di depan dan tidak ada hal yang begitu mengejutkan bagi kami.
"Alon2 asal kelakon". Sebuah jargon jawa yang sepertinya begitu mewakili komunitas kami.
Go Introvert, go..!!!
31 Agustus, 2009
Malam pertama.!! Brrr...!!

Malem pertama.? maksud lo..? hayo,.. aku yakin lebih dari 50 persen dari kamu semua berpikiran sama seperti yang aku ingin kalian pikirin. Tapi bukan cerita seru kalo baru baca judulnya ja, semua dah pada paham critanya, ya kan,.??
Seperti "Malem Pertama" lainnya, sebagian pikiranku masih bergentayangan entah kmana, dan lebih banyak masih ketinggalan di rumah seh. Mo megang "ini" masti mikir dulu, mo nyentuh "itu", mesti liat2 dulu. pokoknya gag bisa konsen en fokus. Takut salah megang. bisa berabe ntar,.!!
Ok, sudah cukup mikir yang nggak2 nya. Aku gag mau ikut nanggung dosa kamu semua yang berpikir macam-macam. Malem pertama, means hari pertama aku kerja untuk tiap trip. Disebut malem, ya,.. karena hari pertama pasti dapet shift malem. Coba aku langsung masuk siang. Pasti gag aku sebut malem pertama. En pastinya kamu semua gag bakal punya pikiran itu. But anyway, barang hilang atau rusak resiko penumpang. Aku kan cuman supir.
Ok, let set our mind. just think like operator in Oil & Gas industry. If U can't. Just try as near as you can. Pada dasarnya seh sama ma perusahaan apapun dan dimanapun. Dibandingin ma penjual gorengan di kampung pun, basicly gag da bedanya. Gag percaya.? Coba kamu baca ini,
Hari ini jualan kita laku brapa, ya..??
I'm serious. that's what I mean. Cuman beda di barang yang dijual ja. kalo aku pertanyaannya sperti ni, Seharian tadi jualan Gas kita dapet brapa MMSCF.? kalo kamu bingung, nih, aku coba kasih dikit bocoran. MM artinya Million Metric atau juta metrik atau mudahnya, angka 10 dipangkat 6. Lha, kalo SCF tu Standard Cubic Feet atau kaki kubik. Kaki,.? maksud loh,.? hehe. emang ada2 ja orang inggris kalo bikin satuan. kaki orang dibawa2. udah gitu pake distandarin, diakui dunia lagi,.. hedew,..!! Padahal, mana ada ukuran kaki orang yang sama persis. ya kan.? Tapi, dah jadi nasib kita yang gag bisa bikin satuan ndiri, terpaksa ikut ngukur2 pake kaki [bukan ngukur kaki, itu jamuran namanya,.. haghaghag,.!!]. Intinya 1 kaki setara ma 30 cm lah. Jadi, MMSCF tu brapa meter kubik ya.? itung ja ndiri,.. kan udah dikasih bocorannya tadi.. Pokoknya kalo 1 meter kubik itu 11-12 lah ma isi tampungan air di kamar mandi kamu.. [kira2 seperti itu,..].
Cumannya lagi, selain MMSCF, ada lagi yang mesti ditanyain terkait jualan gas seharian tadi. Yaitu,
Seharian tadi jualan Gas kita dapet brapa Bbtu.?
Bingung lagi.? gag papa, karena aku baik hati dan tidak sombong serta pandai memasak [mampir gih ke warung L3574RI, depan FIA Unibraw. Dijamin, maknyuss,.!!. hehehee. Numpang promosi boleh doong.??], aku kasih lagi bocorannya. B tu artinya Billion. Yups,. bener skali yang kamu pikirin. Billion means milyar. jadi kalo mo nulis sesuatu yang ada Billionnya, kamu mesti nambahin sembilan nol dibelakangnya. Sedangkan Btu tu artine British Thermal Unit. Dan,.. lagi2 orang Inggris yang bikin ini. Apa sih maunya mereka.? knapa gag ngasih kesempatan orang lain buat bikin satuan.? hehehe. Yah nasiblah. Pokoknya kalo gag bisa bikin ndiri, mau gag mau kita mesti ngikut yang udah ada.
Balik lagi ke Btu tadi. Analoginya, 1 Btu tu artinya panas yang dibutuhin buat naikin temperatur 1 pons air sebesar 1 derajat Fahrenheit. Wah,.. kok muncul lagi kata2 aneh ya,.? yaweslah, gampangnya gini. Kalo ditimbang, 1 pons tu mirip2 ma 0.45 kg. Terus untuk Fahrenheitnya, kamu kurangin aja ma angka 32. terus kamu kaliin lima. Selanjutnya kamu bagi ma angka sembilan. Dan,..!! eng,.. ing eng,.!! jadilah dia Celcius. sama kayak satuan thermometer di rumah kamu. Lha terus, 1 Bbtu tu cocoknya buat manasin air seberapa ya,.? ya kamu itung aja ndiri. Kan udah ada rumusnya tadi,..
Secara garis besar, dua satuan ini yang dipake buat ngukur, nimbang, ngitung, nakar, nilai, atau apalah suka2 kamu, buat gas yang kita jual. Yang MMSCF buat ngukur volumenya, sedangkan Bbtu buat ngitung nilai kalornya. Kurang lebih seperti itu. Asal kamu gag pake tabung propane-butane (Elpiji iku lo..) buat ngitung ato ngukurnya. Emang kamu mau bolak balik Jambi-Singapura sambil bawa2 tabung LPG 3 kg.? hehehe,.. just kiddink rek,.!
Bai de we, eniwe, baswe, hubungan antara malam pertama ma MM apalah itu tadi, apa hayo.? Mungkin bagi kamu gag da hubungane. tapi bagiku berhubungan banget. Buktinya, aku bisa nulis keduanya dalam satu cerita. Ya kan,..?? hehehe.
No heart feeling ya,..!!! just intermezzo buat ngenalin duniaku pada kamu semua,. Gimana.? Interest buat join ma aku.?
12 Agustus, 2009
Day to day in my work Day
Manusia emang diciptakan sebagai tempat mengeluh. Sudah dapet ini,.. minta itu. Sudah dapet itu,... minta ini. Sudah dapet ini itu,.. minta lagi. Just like me. Dikasih banyak kerjaan,.? ngeluh. kenapa gag da abise seh kerjaan ni.? mana di luar panas ,lagi,.!!! eh,.. giliran dikasih ujan, ngeluh lagi. Kalo gini gimana bisa kerja,? Udah itu dikasih dikit kerjaan.? lagi2 ngeluh. Kok gag da kerjaan seh.? Ngapain ini enake.? Mana waktu jadi krasa lama. waduh,..!! emang dasar manusia. Yah,.. beginilah aku.
Di sini. Di tempat ini. Di suatu tempat nun jauh di dalam hutan jambi. Tempat puluhan orang yang telah terbeli sebagian hidupnya. Tempat mereka menghabiskan sebagian hidup jauh dari hingar bingar dunia luar. Jauh dari gemerlap dunia perkotaan. Jauh dari kesederhanaan kehidupan desa. Jauh dari kehidupan normal yang mereka jalani sebagiannya. Dan, disini,.. Di tempat inilah aku berada. Karena tidak lain dan tidak bukan, aku adalah salah satu dari mereka.
Setiap hari, hanya tampak orang bergelut dengan benda mati yang "dihidupkan". Untuk membedakannya, mereka hanya memberi nama yang berlainan. Kadang mereka menyebut "turbin" untuk benda yang mereka sebut penghasil daya itu. Ada yang mereka namakan "pompa" untuk benda yang bisa memindahkan cairan. Mereka panggil benda itu "kompressor" jika mampu menaikkan tekanan gas. Dan sebutan2 aneh lain yang pasti akan asing di telinga orang awam. Tapi gag masalah bagi mereka. Toh,. penyebutan itu untuk mereka pakai sendiri.
Dan karena aku adalah salah satu dari mereka, mau tidak mau aku harus menerima kenyataan ini. Dan tentu saja, aku mesti mengakrabkan diri dengan benda2 tadi agar aku tidak salah meng"hidup"kannya. Tapi tak apalah,. toh mereka bukan manusia yang akan marah jika aku berbuat kesalahan padanya. Aku pun tidak perlu meminta maaf untuk itu. Jadi, aku bisa memperlakukan mereka semauku. Meski dengan resiko, mereka tidak mau di"hidup"kan lagi jika bener2 marah.
Di sinilah aku di sebuah tanah lapang di tengah hutan. Dengan benda2 tadi yang dipasang se"enak"nya engineer. Para pemikir inipun dengan tanpa rasa bersalah menghalangi akses kami untuk berpindah dari satu benda ke benda lain, meletakkan pipa-pipa bersilangan di antaranya. Ada yang mereka sebut jalur gas, jalur kondensate, jalur air, jalur flare, dan jalur2 apalah itu. Terkadang mereka menempatkan sebuah tabung besar horisontal dengan beberapa lubang yang telah mereka sambung sendiri dengan pipa2 tadi. Dan akhirnya mereka memaksa kami menghapalkannya sebagai sebuah "separator", "feed drum", "accumulator", dan nama2 lain yang membedakannya masing2 diantaranya.
Tapi bagaimanapun juga, manusia memang tempatnya lupa. begitupun para pemikir tadi. Entah disengaja atau tidak, mereka meletakkan salah satu tabung tadi dengan arah vertikal. Dan mungkin karena sudah terlanjur menyambungkannya, kembali dengan pipa2 yang saling bersilangan itu, mereka tidak mau menyebut itu sebagai sebuah kesalahan. dan lagi2, mereka membuat kami mengenalnya sebagai "stabilizer" untuk membuatnya berbeda dengan yang lain.
Ya sudahlah,... inilah aku. yang sudah memilih untuk berada di tengah2 mereka. Meskipun begitu, aku akan tetap memilih jalan ini meski diberi kesempatan kedua. Karena dari sinilah, aku dapat menggantungkan masa depanku lebih cerah dari sebagian mereka yang hidup normal di luar sana.
Langganan:
Postingan (Atom)
















