04 Januari, 2010

Antara perahu dan spare part,..



-- Haris Hotel, Tebet. 03 januari 2010, jam 8 malam --

"Bruuk,.!!" bunyi tak merdu yang terpaksa mampir ke telinga akibat 2 buku yang baru saja aku beli beradu dengan meja kayu warna krem keputihan. jaket hitam kesukaanku terpaksa aku tanggalkan di sandaran kursi demi mengusir segera hawa panas dari dalam tubuhku. Dengan kaos warna abu2 pastel yang sedikit kekecilan dan celana jins biru bekas lebaran tahun lalu, aku lemparkan saja tubuh ini ke kasur tanpa banyak kegiatan protokoler yang biasa aku lakukan saat berada di situasi yang sama. Sejenak aku tidak ingin melakukan apapun,.. mengingat apapun,...memikirkan apapun,.. ataupun melihat dan mendengar apapun. Mencoba menyelami makna kebebasan yang meski tak sepenuhnya. Dengan badan tertelungkup dan mata terganjal bantal, untuk sementara waktu aku bisa merasakan bahwa ini adalah hal terbaik yang bisa aku peroleh. Secuil senyum yang tersungging di bibir mungkin sudah lebih dari cukup untuk menjelaskan maksud dari semua kejadian tadi.

Televisi berukuran 21 inci yang tampak gelap rupanya cukup berhasil memancing tanganku untuk menekan remote dan membuatnya hidup. StarSport, MNC, HBO, Geographic Channel, dan channel2 aneh lainnya bergantian mengambil tempat di tabung itu seiring dengan tombol "next channel" yang aku tekan. Sampai tiba2 tanganku terpaku pada salah satu channel swasta nasional. "Asoy Geboy",.. judul film komedi yang sedang tayang ternyata mampu menyita hampir seluruh perhatian dan membuatku menahan diri untuk tidak menekan lagi. Bahkan membuatku lupa bahwa aku memiliki 2 buku baru yang harusnya bisa lebih menyita waktu di malam itu.