31 Desember, 2011

Salah tak selalu menyesalkan

Pernah,. aku begitu yakin dengan apa yang aku pilih. Setiap momen yang aku alami bersama (nya) sebisa mungkin aku anggap sebagai pembenaran atas keyakinan ini. Sebagian memang berlaku demikian,. Tapi lebih sering, aku dihadapkan pada situasi dimana segala sesuatunya tampak janggal dan bertentangan. Namun begitu,. kelemahan hatilah yang membuat semua tetap berjalan meski terlalu banyak toleransi yang harus aku berikan. Tidak satu kejadian pun yang membuatku tersadari bahwa aku tidak membuat kemajuan apapun. Seakan tersudut pada dinding kaca, aku (merasa) bisa melihat masa depan namun tak sejengkal langkahpun bisa aku buat. Ingin berhenti namun kenyataan aku tlah begitu jauh, seolah menahan angan ini. Ingin memaksakan diri tapi tak tahu harus mencoba dengan cara apa lagi.  I'm stucked at the moment.

Kini,. aku tak lagi memiliki risau yang sama. Keyakinan salah yang dulu pernah ada seakan tak berarti. Aku yakin,. gula akan terasa jauh lebih manis jika kita sudah mencicipi garam. Aku tidak menyesali semua yang pernah terjadi karena semua akan indah pada waktunya. Tidak semua jodoh terjadi pada pertemuan pertama. Aku mungkin akan bertemu dengan satu,. dua,. tiga,. atau sepuluh orang yang salah di masa lalu. Tapi kini aku yakin, aku telah menemukan orang yang tepat.


11 Desember, 2011

Anugerah terindah yang pernah kumiliki,...

Lagi.. kenyataan bahwa Allah SWT lah Dzat yang maha membuat rencana yang jauh lebih hebat dari siapapun di dunia ini, terjadi padaku. Namun kali ini,. aku merasakannya jauh lebih indah dari semua yang pernah aku terima dari-Nya. Rencana indah itu hadir lewat sosok wanita yang tiba2 datang dan memberikan apa yang pernah aku hilangkan untuk orang lain.

Pertama kali bertemu dan mengenalnya 2 tahun silam, aku telah memberikan pandangan yang kurang menyenangkan untuknya. Kala itu,. aku terlalu percaya dengan mata ini untuk melihatnya. Astaghfirullahaladzim,. andai mata ini mampu berwujud manusia, maka ia adalah orang yang paling sering menipuku. Karena ternyata, ia jauh lebih indah dari apa yang aku prasangkakan. Semakin aku mengenalnya,. semakin terbukti bahwa aku salah menilainya.

Meski demikian,. tidak ada sesuatu spesial yang terjadi di antara dia dan aku. Sampai akhirnya kami dipertemukan kembali pada satu waktu dimana aku benar2 kehilangan seseorang yang pernah mendapati cintaku penuh. Ketika apa yang aku pernah rencanakan dengan begitu matang dan indah, tiba2 hilang dan menguap begitu saja.
.
Ia datang dengan kondisi yang tidak jauh berbeda denganku,. Namun justeru,. luka inilah yang menyatukanku dengannya. Aku tidak tahu apakah harus murka dan marah pada mereka yang pernah memperlakukan kami sebegitu buruknya. Atau justeru aku harus berterima kasih karena luka yang mereka tinggalkan malah menyatukan kami jauh lebih erat dan mempesona dari apa yang pernah kami alami bersama mereka.

Kini, aku siap melanjutkan kembali hidupku yang sempat terhenti tanpa arti. Aku pun bersyukur, tak lagi kudapati padanya, wajah sedih di pagi hari,. tubuh tak bersemangat di siang hari,. mata nanar di sore hari,. ato tangis kesedihan di malam hari. Yang ada adalah sapaan "Sayang" lewat Communicator, "Gombalan OVJ" melalui telepon kantor, atau "obrolan indah masa depan" via telepon genggam.

Ya Allah SWT, terima kasih telah mengirimku



  Anugerah terindah yang pernah kumiliki,...