09 Desember, 2009

Kisah sedih di hari senin,..



Bian cukup lama memperhatikan jarum jam di dinding ruang tamu. Seberkas keheranan sedikit mengusik ketenangan. Rasanya, jarum detik itu bergerak terlampau cepat dari biasanya. Walhasil, dua jarum lainnya pun seolah turut tergerak lebih cepat guna mengimbangi. "Mas ngelamunin apa.?" suara wanita nan lembut tiba2 terdengar dan membuyarkan lamunan. Suara yang sangat familiar di telinganya. "Nggak nglamunin apa2 kog Dek ", balas Bian dengan nada lembut pula. "Udah di cek semuanya kan Mas.? yakin nggak ada yang ketinggalan? tiketnya,. ID, dompet, air minum,.?" tanya wanita itu. "Udah kok Dek,. udah mas cek barusan. InsyaAllah nggak ada yang ketinggalan." jawabnya dengan sedikit senyum tersungging dari bibirnya. Namun tiba2 saja Bian teringat sesuatu, "Astagfirullahaladziim, charger nya,.." tukasnya kemudian sambil bergegas ke kamar untuk menjemput charger handphone LG KE 770 miliknya yang sedikit usang itu. Beberapa saat kemudian Bian terlihat keluar dari kamar sambil menggulung kabel pada badan charger lantas memasukkannya ke dalam tas TheNorthFace biru tua yang tampak lebih bersih dari biasanya. Bian baru menyadari hal ini beberapa saat setelah memasukkan charger ke dalamnya. "Dek nyuci tas mas ya kemaren.?" tanya Bian pada isterinya. "Iya Mas, kemaren aku lihat sudah agak kotor", jawabnya singkat. "Makasih ya De'", timpal Bian. Sang isteri hanya melemparkan senyuman manja kepada Bian tanda kebahagiaan.