Pukul 6 pagi, aku beserta 47 teman senasib meninggalkan Bhumi Wiyata dengan sebuah bus putih bertuliskan "white horse" di dinding sampingnya. Bermacam expresi wajah berhasil kami tampilkan sepanjang perjalanan yang sebenarnya tidak bisa disebut jauh. Namun, macetnya jalan Margonda Raya setiap paginya menyebabkan jarum panjang di jam tanganku berputar hampir setengah putaran hanya untuk mencapai sebuah lokasi bernama "JOTC".
Kulihat A**M yang duduk santai sambil tenggelam bersama musik yang diperdengarkan melalui MP3 player. Sedangkan R**A, teman sekamarku di Pusdiklat Migas Cepu, tengah bertelepon ria dengan entah siapa di luar sana. Predikat playboy yang melekat padanya sudah cukup memberi penjelasan bagiku alasan ia melakukannya sepanjang perjalanan. Sedang aku,. aku memilih untuk sekedar melihat berbagai keramaian yang tersaji di luar sana.
Tidak banyak nama yang bisa kurekam dalam ingatanku meski beberapa diantaranya sempat menahan kelopak mata untuk tetap terbuka selama lebih dari 5 detik, sebelum sedikit pedih yang timbul akibat mata yang mulai mengering, memaksanya untuk berkedip juga. Yang jelas, ada 2 mall besar tengah berhadap2an, tak jauh dari tempatku memulai perjalanan ini. Depok Town Square, atau yg lebih familiar disebut Detos dengan gaya klasik minimalis tampak kalah bersaing dengan Margo City, Sebuah Mall yang berarsitektur modern futuristik. Tak banyak detail yang berhasil aku lihat dari keduanya akibat bus yang aku tumpangi terus melaju mengikuti arus.

