16 Oktober, 2010

Innalillaah,.. kisah yang sangat mengharukan..


Berikut ini adalah kisah sedih gadis berumur 10 tahun yang bernama Bar`ah. Orang tua Bar’ah adalah dokter dan telah pindah ke Arab Saudi untuk mencari kehidupan yang lebih baik.


Pada usia ini, Bar`ah telah menghafal seluruh Al Qur’an berikut tajweednya , dia sangat cerdas hingga gurunya pernah mengatakan bahwa dia paling unggul untuk anak seusianya.


Dia hidup dalam keluarga kecil yang berkomitmen untuk Islam dan ajaran-ajarannya … . Suatu hari ibunya mulai merasa sakit perut yang parah dan setelah beberapa kali diperiksakan, diketahuilah bahwa ibu bar’ah menderita kanker, dan ternyata kanker ini sudah dalam keadaan stadium akhir/kronis.

07 Oktober, 2010

Spending time,.. (nglantur.com)



Jika ada kontes untuk orang yang paling sering menunggu se dunia,. aku bakal daftar neh kayaknya. hehehe,.. La mo gimana lagi, ibarat kata, menunggu sudah menjadi nama tengahku. Budi "menunggu" iswanto. hehehe,.. (bingung,.? aku ndiri aja bingung. Nggak tau tuh napa orang barat sana suka nambahin nama tengah dengan kata2 aneh gini.) Just like what I'm doing right now. Bentar2,. emang bisa ya,. mengganti kata "menunggu" dengan "do".? Bukannya "do" identik dengan melakukan suatu kegiatan.? Whatever lah,. setidaknya aku masih punya (hhmm,.. nglirik dulu ke timer di pojok kanan bawah yang ternyata masih bergerak di angka 08:34 a.m) sekitar sejam lagi lah untuk menutup ritual menunggu ini.

24 September, 2010

Choose your life choices,..



Hidup adalah pilihan. Dan, menjalani hidup adalah serangkaian keputusan yang kita buat atas berbagai pilihan yang tersedia.


Ungkapan klise memang, tapi begitulah adanya. Setiap saat kita dihadapkan pada 2 pilihan, 3 pilihan, 4 pilihan, dan seterusnya. Dan setiap satu pilihan yang kita ambil, akan mengantarkan kita pada beberapa pilihan berikutnya yang terkait. Seperti sebuah diagram daun, dimana satu percabangan rusuk akan memiliki banyak rusuk turunan. Setiap ujung dari rusuk2 ini akan memiliki akhir cerita masing2. Terkadang seseorang mengambil pilihan yang tepat sampai akhir hayat hidupnya. Hidup serba berkecukupan, memiliki pekerjaan yang halal dan barokah, memiliki isteri yang salehah, memiliki keturunan yang berbakti hingga meninggal secara syahid ataupun khusnul khotimah. Namun tak jarang pula yang mengambil pilihan salah di tengah perjalanan hidupnya sehingga berimbas pada berbagai keputusan buruk berikutnya. Jadi,. sebenarnya pilihanlah yang membedakan identitas seorang ulama, presiden, pengusaha, pencuri, bahkan pembunuh.

09 September, 2010

Kami memang bukan orang2 terpilih,. tapi inilah pilihan kami.


Allaahu Akbar,..Allaahu Akbar,.. Allaahu Akbar. Laa Illaaha Illallaahu Allaahu Akbar. Allaahu Akbar. Wa Lillaa Ilham...

Entah siapa yang sengaja membunyikan gema takbir ini melalui channel 7 radio komunikasi kami. Seketika perasaan haru,.. sedih,.. senang,. bahagia,.. rindu.. ah,. entahlah, semuanya teremulsi dan menyeruak begitu saja dalam benak kami. Sudah,.sudah,.. cukuplah bagi kami menimbun semua perasaan ini dalam hati saja. Bagaimanapun, emosi mesti tetap terkontrol dan kepala harus tetap dingin. Dan yang pasti, fluida dari perut bumi harus tetap mengalir pagi ini. Kompressor tidak boleh berhenti menekan gas sampai ke singapur*. Tangki- tangki penyimpanan musti menampung kondensate seperti biasanya. Air hasil pemisahan proses tidak boleh berhenti dipompa kembali ke dalam tanah.

18 Agustus, 2010

Power balance,..



Pernah denger,.? Syukur deh,. se-nggak2nya aku berhasil ngarahin imajinasi kamu ke tempat yang,... salah. Hehehe,. sorry for an inconvenient introduction. Power balance di sini emang bukan gelang karet silikon yang "katanya" bisa ningkatin keseimbangan tubuh,. ketahanan tubuh,.. atau ke-an ke-an lain yang berdampak ma tubuh. Power kan artinya kekuatan, kemampuan, atau kebisaan. Sedang Balance bisa berarti keseimbangan, kondisi tidak timpang, dll. Jadi kalo digabungin, power balance ya kemampuan untuk nyeimbangin apa aja yang belum seimbang. Hehehe,. maaf karena hanya punya bekal TOEIC  yang pas-pasan,. mohon dimaklumi atas penterjemahan yang kesannya maksa ini. Tolong dibantu yaak,.. bin salabin jadi apa,.. prok prok prok,..!!

Sebelumnya tolong jawab pertanyaan ini dulu, kalo dilihat dari 4 kombinasi kepribadian berikut, mana sih yang paling cocok sama kamu,.? Apakah kamu tergolong Extrovert yang cenderung vokal, responsif, kritis dan berani bersuara? tapi bukan nyanyi lho,.. itu mah unjuk kebolehan namanya. Ato gini, mungkin kamu termasuk Introvert yang lebih diem, penuh perhitungan walau untuk hal2 yang nggak perlu dihitung, selalu punya plan B meski nggak terlalu penting, ato kata iklan, talk less do more think much. Ato lagi peribahasa jawanya kalem-kalem nganyutake. hehe.

25 Juli, 2010

Best part of you,..


Aku teringat kisah inspiratif yang dikirimkan supervisorku melalui imel beberapa bulan silam. Kurang lebih seperti ini,

Pada suatu hari Aristoteles bertanya pada gurunya :
"Apakah cinta sejati itu ?"

Guru :
Barjalanlah lurus di taman bunga yg luas, petiklah 1 bunga yg terindah menurutmu. Dan jangan pernah berbalik ke belakang !

Kemudian Aristoteles melaksanakannya dan kembali dengan tangan hampa.

Guru bertanya:
mana bunganya ?

Aristoteles menjawab:
Aku tdk bsa mendapatkannya. Sebenarnya aku tadi telah menemukan sekuntum bunga yang terindah ,……. tapi aku berfikir, mungkin di depan ada yg lebih bagus lagi ...
Dan ketika aku telah sampai di ujung taman, aku baru sadar bahwa yg aku temui pertama tadi itulah yg terbaik…., sayangnya aku tidak bisa kembali lagi ke belakang ...

Guru:
Seperti itulah cinta sejati, semakin kau mencari yg terbaik, maka kau tak akan pernah menemukannya ...

09 Juli, 2010

Apa ini semua terjadi secara kebetulan.?? Aku rasa tidak,..


Kebetulan.? Entah mengapa aku ragu dengan kata yang satu ini. Benarkah ada bukti otentik yang meyakinkan keberadaan fenomena kebetulan.? Apakah pernah ada satu hal, kejadian, atau peristiwa yang berlangsung tanpa alasan jelas dan terjadi begitu saja secara kebetulan.? Aku rasa aku cukup meragukan hal ini.
Dalam keyakinanku,. segala hal yang terjadi baik besar, kecil, bahkan sepele sekalipun tidak terlepas dari sebuah perencanaan sangat matang yang saling mempengaruhi satu dengan lainnya. Seperti keberadaan jagad raya yang memiliki tingkat keteraturan tak terbayangkan. Interaksi tiap galaksi terhadap galaksi lainnya, tiap planet tehadap planet lainnya, tiap asteriod, bintang, bulan, dan benda2 angkasa lain terhadap seisi alam raya. Entah bagaimana semua itu memiliki gravitasi tertentu, berotasi dan berrevolusi secara bersamaan tanpa bertabrakan satu sama lain. Sungguh sebuah bukti adanya campur tangan bersifat "Qudrat" yang tak terelakkan yang membuat ini semua terjadi. Apakah itu semua bisa disebut sebagai kebetulan belaka.? Naif rasanya jika masih berpendapat demikian. Dengan probabilitas yang jauh lebih sederhana saja, akan sulit bagi kita menalar sebuah kebetulan. Analogi sederhananya, coba kita bayangkan ketika ada satu angin topan bertiup kencang yang secara kebetulan melewati sebuah hangar perakitan pesawat terbang dan secara kebetulan pula, mampu merakit pesawat terbang secara utuh dari beratus-ratus ribu komponen pesawat yang tergeletak di lantai hangar. Kebetulan kekuatan putaran anginnya sesuai, sehingga mampu menyambungkan kepala dengan badan pesawat secara presisi. Kebetulan gaya angkat ke atas yang dimiliki tepat sehingga ekor pesawat pun mampu tersambung dengan sempurna. Begitu juga dengan instalasi turbin penggerak, jaringan kelistrikan, peralatan navigasi, bahkan sambungan keling tiap bagian pesawat yang secara kebetulan dapat terpasang secara sistematis. Coba kita pikirkan, berapa persenkah kemungkinan yang dapat kita bayangkan untuk dapat terjadinya peristiwa kebetulan ini,.? Aku yakin, hampir semua dari kita berpendapat sama. Mustahil.
Apabila merujuk dari alquranul karim, maka semua “kebetulan” ini akan patah dengan tidak terbantahkan.

“.. dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauhul Mahfudz)"
.

02 Juli, 2010

Saya Menginginkan Seluruh Dunia Plus 5%


Bab I dari Buku : Masa Lalu Uang & Masa Depan Dunia
Penerbit : Pustaka Pohon Bodhi (Oktober 2007)
Terjemahan dari artikel : Larry Hannigan

sebuah dongeng sebelum memulai...

Fabian sangat bahagia karena dia akan menyampaikan sebuah pidato ke masyarakat besok. Dia selalu menginginkan kekayaan dan kekuasaan dan sekarang impiannya akan segera menjadi kenyataan. Dia adalah seorang tukang emas, mengukir emas dan perak menjadi perhiasan, tetapi semakin lama semakin tidak puas karena harus bekerja keras dalam hidupnya. Fabian menginginkan kesenangan, dan juga tantangan, dan sekarang rencana barunya siap untuk dimulai.

puluhan generasi, masyarakat terbiasa dengan sistem perdagangan barter. Seseorang akan menghidupi keluarganya dengan memproduksi semua yang mereka butuhkan ataupun mengkhususkan diri dalam perdagangan produk tertentu. Kelebihan dari yang dia produksi, akan dia tukarkan dengan kelebihan barang lain yang diproduksi orang lain.

Pasar setiap hari ramai dan bersemangat, orang-orang berteriak dan melambaikan dagangannya. Sebelumnya pasar adalah tempat yang menyenangkan, tetapi sekarang jumlah orang terlalu banyak, pertengkaran pun semakin banyak. Tidak ada lagi waktu untuk ngobrol dan bercanda, sebuah sistem yang lebih baik mulai diperlukan. Secara umum, orang-orang relatif bahagia, dan mereka menikmati buah dari hasil kerja keras mereka.

Di setiap komunitas dibentuk sebuah pemerintahan yang sederhana yang tugasnya menjaga agar kebebasan dan hak setiap anggota masyarakat dilindungi dan untuk memastikan bahwa tak seorang pun akan dipaksa untuk melakukan hal yang tidak dia inginkan oleh siapapun juga.

INI ADALAH TUJUAN SATU-SATUNYA DARI PEMERINTAH (GOVERNMENT) DAN SETIAP ANGGOTA PEMERINTAH DIPILIH SECARA SUKARELA OLEH ANGGOTA KOMUNITAS YANG ADA.

Namun, ada masalah yang tidak bisa mereka selesaikan di perdagangan pasar sehari-hari… Apakah sebelah pisau senilai dengan dua keranjang jagung? Apakah seekor kerbau lebih berharga dari seekor ayam…? Orang-orang menginginkan sistem yang lebih baik.

Fabian mengiklankan diri kepada masyarakat, “Saya punya solusi atas masalah barter yang kita alami, dan saya mengundang kalian semua untuk sebuah pertemuan publik besok harinya.” 

28 Juni, 2010

Living out town by my own (Part 1)


Aku lihat dinding keramik besar bertuliskan "PUSDIKLAT MIGAS" bergerak menjauh dari arah kanan bus yang kami tumpangi. Meski belum pernah menginjakkan kaki di tempat ini, namun aku yakin tidak lama lagi akan sampai ke sebuah penginapan bernama Wisma Nglajo, tempat kami akan menginap selama kurang lebih 6 bulan ke depan untuk menjalani pelatihan seperti yang diceritakan salah seorang karyawan perusahaan yang memang dikhususkan untuk mendampingi perjalanan kami. Setelah melewati satu tikungan kek kiri dan menyeberangi perempatan BNI, kami memasuki sebuah lorong yang terbilang sempit bagi bus yang kami tumpangi. Sepertinya jalan ini memang bukan dikhususkan untuk mampu dilewati kendaraan2 besar seperti ini.

13 Juni, 2010

My very first time,... (muqadimah)





Pernah,.. aku memiliki dunia sendiri yang jika aku pandang dari titik ini terlihat begitu picik. Aku bangun dari tidur dan memulai hari dengan hanya memiliki hari kemarin sebagai masa lalu dan kurang dari 24 jam ke depan sebagai masa depan. Pola pikir yang begitu sempit, dangkal, dan sama sekali kurang bijaksana. Lingkungan, pergaulan dan pengalaman hidup yang tidak lebih luas dari kota malang telah membuatku seperti katak dalam tempurung. Ibarat kata,.. saat itu aku begitu yakin bahwa gajah adalah binatang yang sangat tipis, lunak dan tidak bertulang, hanya karena aku sama sekali belum pernah menyentuh belalai, kaki, perut, atau ekornya.

This company totally changes my life. Mungkin ini kalimat yang paling berpengaruh di 3 tahun terakhir kisah hidupku.

Prestory,...

30 Mei, 2010

Macam betul,.. aye mo lagi neh,.!!

Rabu itu, aku seneng sekali. Tentu saja berbeda dari hari2 ku sebelumnya, karena ini adalah hari terakhirku di Plant (tenang sob,.. hari terakhir buat trip ni maksudnye,.. bukan terakhir nyang begimane2.). Pagi itu, aku naik (sebutan kami ne kalo lagi jalan dari Plant ke Permanent camp abis 12 jam bertugas, gitu. Bukan naek po'on toge ato sebangsanye,.. ) tepat pukul 05:30. 30 menit lebih awal dari biasanya karena harus segera mengejar pesawat pagi jam 10:25 nanti (ngejernye kagak pake belari sambil make sendal skyway kog, tenang aje,...).


Seperti biasa, ritual mandi bebek (Ni buat anak kosan terutame nyang kuliah di teknik pasti dah pade ngarti bener, yee,..), mengenakan baju yang sama dengan saat datang 2 minggu yang lalu (maksudnye biar efektif en effisien gitu, sob,.. mane ade juge nyang nyadar kalo baju aye masih same, pan dah 2 minggu lewat. tapi tenang aje,.. dah dicuci kog,..), sarapan ala kadarnya (manggang 2 roti tawar ame dikasih selei selei dikit,.. biar ade rasenye. nah,.. malesnye ntuh kalo nunggu panggangannye gag panas2. Pengen cepet2 aje pokoknye,...) dan cukup dengan seteguk air (tapi ni tangan sambil nenteng aqua sebotol, hehe,.. takut aus di jalan nantinye.).



28 Mei, 2010

Berbahagialah wahai kaum Hawa,..

SubhanAllah,.. Islam sangat menjunjung tinggi keberadaan wanita di muka bumi ini. Mereka dilindungi,.. diperhatikan,.. bahkan dimudahkan urusannya. Mereka diperintahkan untuk menutup aurat agar dijauhkan dari pandangan kotor dan dijaga kesuciannya. Karena begitu berharganya seorang wanita di mata Islam, Allah memberikan batas aurat yang jauh lebih tinggi dari kaum pria. Mereka diberi keistimewaan untuk menutupi mata kaki yang bahkan diharamkan bagi kaum pria untuk melakukannya.

Mereka diciptakan dengan kekuatan fisik yang sedikit lebih lemah dari kaum pria karena Allah tidak ingin membebani mereka dengan hal2 yang berat untuk dilakukan. Allah tidak ingin tangan2 mereka menjadi kasar karena palu yang harus terus menerus dipukulkan ke bongkahan batu besar hanya untuk mendapat upah 20 ribu rupiah perhari. Allah tidak mau keringat mereka deras mengucur karena puluhan kuintal beras yang harus dipikul dari gudang ke atas mobil pick up setiap harinya. Allah tidak rela kulit mereka terkontaminasi polusi, debu, bahkan terbakar Sinar UV-A dan UV-B jika harus seharian berdiri di perempatan jalan hanya untuk menghindari para sopir menekan klakson terlalu lama karena mobil di depannya tidak segera bergerak.

All the things has their own justification

Sungguh menyenangkan apabila segala sesuatu berlangsung, bermakna, bahkan bernilai tersendiri. Jika semua hal memiliki awal, proses, dan akhirnya masing2 tanpa tergantung oleh hal lainnya. Kalaupun ada keterikatan itu hanya kebetulan, dan sebagai upaya penyederhanaan saja. Ataupun hanya berarti hal lain serupa yang berjalan berlawanan arah dari apa yang kita lakukan. Hal ini tentu akan mengurangi rasa ketergantungan, pamrih, bahkan mungkin riya'.

Sebuah contoh kecil, ketika kita memutuskan akan meletakkan sebuah koin 5 ratusan ke tangan seorang pengemis, alangkah indahnya jika bukan hanya mata lahir saja yang tidak tergerak untuk menoleh dan mencari sepasang mata lain yang akan menumbuhkan kebanggaan atas pribadi kita. Melainkan hati juga semampunya untuk tidak sedikitpun menengok demi secuil rasa bangga atas perbuatan itu. Kontak mata dengan si pengemis pun dihindarkan dari melebihi batas "terlihat" sehingga tidak memasuki area "melihat" atau bahkan "memandang" (bahkan amat sangat berlebihan jika sampai "memperhatikan") agar ikatan emosional yang terbangun tidak sampai menumbuhkan benih2 riya'.

28 April, 2010

Ijo,..ijo,..ijo,...!!!


Wah,.. pasti dah pada familiar dong ma benda yang satu ni. Apalagi buat ibu2 yang biasa bermarkas di dapur. Emang, sejak kebijakan pemerintah buat ngapus subsidi mitan en diganti ma konversi ke elpiji, tabung ijo mungil ini seakan menjadi penghuni tetap dapur2 indonesia. Hehee,.. jadi inget iklan layanan masyarakat buat mopulerin si ijo. "Bila nggak nyala apinya, jangan dicolok tabungnya, coba goyang2 selangnya,.."

Emang apa seh elpiji tuh,.? sama nggak ya,.. ma BBG yang dipake buat bahan bakar busway.? (haruse BBB ya,.. bahan bakar busway,. hehehe..). Wah,.. susah juga njelasinnya neh. Gimana kalo kita urutin dari awal. Setujaa.?

Alkisah pada jutaan tahun silam (persis crita2 dongeng di majalah mentari,..hehee.), makhluk2 hidup yang telah mati akan terpendam oleh batuan, pasir, debu, dan material2 lainnya. Mereka akan semakin dalam terkubur seiring pergerakan dan perubahan permukaan bumi, cuaca, dan iklim. Kompilasi bin paket kombo dari tekanan dan panas bumi yang ada, mampu mengubah struktur organiknya menjadi apa yang kita sebut sebagai minyak bumi & gas alam. Bentuk porous atau lubang2 pada lapisan batuan merupakan lokasi ideal bagi minyak bumi untuk mengendap, sembunyi, atau bertempat tinggal (kira2 mereka punya sertifikat nggak ya,.?? takutnya diusir satpol PP. hehe). Dan jebakan alam yang terbentuk dari batuan tanpa rongga merupakan pengumpul alami bagi minyak bumi & gas alam agar tidak berpindah tempat. Di sinilah teknologi seismic dimanfaatkan untuk memproyeksi lapisan2 batuan dan memperkirakan lokasi berkumpulnya dalam jumlah besar.

04 Februari, 2010

Training tersadis sepanjang masa,..



Pukul 6 pagi, aku beserta 47 teman senasib meninggalkan Bhumi Wiyata dengan sebuah bus putih bertuliskan "white horse" di dinding sampingnya. Bermacam expresi wajah berhasil kami tampilkan sepanjang perjalanan yang sebenarnya tidak bisa disebut jauh. Namun, macetnya jalan Margonda Raya setiap paginya menyebabkan jarum panjang di jam tanganku berputar hampir setengah putaran hanya untuk mencapai sebuah lokasi bernama "JOTC".

Kulihat A**M yang duduk santai sambil tenggelam bersama musik yang diperdengarkan melalui MP3 player. Sedangkan R**A, teman sekamarku di Pusdiklat Migas Cepu, tengah bertelepon ria dengan entah siapa di luar sana. Predikat playboy yang melekat padanya sudah cukup memberi penjelasan bagiku alasan ia melakukannya sepanjang perjalanan. Sedang aku,. aku memilih untuk sekedar melihat berbagai keramaian yang tersaji di luar sana.

Tidak banyak nama yang bisa kurekam dalam ingatanku meski beberapa diantaranya sempat menahan kelopak mata untuk tetap terbuka selama lebih dari 5 detik, sebelum sedikit pedih yang timbul akibat mata yang mulai mengering, memaksanya untuk berkedip juga. Yang jelas, ada 2 mall besar tengah berhadap2an, tak jauh dari tempatku memulai perjalanan ini. Depok Town Square, atau yg lebih familiar disebut Detos dengan gaya klasik minimalis tampak kalah bersaing dengan Margo City, Sebuah Mall yang berarsitektur modern futuristik. Tak banyak detail yang berhasil aku lihat dari keduanya akibat bus yang aku tumpangi terus melaju mengikuti arus.

02 Februari, 2010

Kisah Sedih di Hari Minggu,..


" Alladzii, Alladhi,... Yuwash Wishu, AlluChucu,.. Alluchucu, talulinnas,..", Tiba2 terdengar alunan ayat2 suci AlQuran yang cukup fasih dilafalkan oleh seseorang, dan diselingi suara bocah lucu yang coba menirukan semampunya. Di layar hape terpampang sebuah nama yang tidak asing bagiku,..

"Assalamualaikum".

"Wa'alaikumsalam," sahut suara dari seberang sana.

"Pagi2 dah bikin heboh rumah orang,.. ada apa Nam,.. ada yang bisa dibanting,? Eh,.. dibantu?" guyonan ringan terlontar begitu saja dari mulutku.

"Bud, jam 7 kurang 10 aku tunggu di Champion Matos yo, Kita maen sama anak2 SMA... jangan telat. Awas,.!!" Sambungnya dengan nada ancaman yang terdengar kurang berbakat.

"Walah,.. kog nggak dari kemaren2 ngasihtahunya,.?" Nada berontak sedikit mewarnai kalimatku,..

"Pesennya mendadak Bro,.." jawabnya singkat.

"Yaweslah,.. insyaAllah aku dateng", ujarku ragu.

04 Januari, 2010

Antara perahu dan spare part,..



-- Haris Hotel, Tebet. 03 januari 2010, jam 8 malam --

"Bruuk,.!!" bunyi tak merdu yang terpaksa mampir ke telinga akibat 2 buku yang baru saja aku beli beradu dengan meja kayu warna krem keputihan. jaket hitam kesukaanku terpaksa aku tanggalkan di sandaran kursi demi mengusir segera hawa panas dari dalam tubuhku. Dengan kaos warna abu2 pastel yang sedikit kekecilan dan celana jins biru bekas lebaran tahun lalu, aku lemparkan saja tubuh ini ke kasur tanpa banyak kegiatan protokoler yang biasa aku lakukan saat berada di situasi yang sama. Sejenak aku tidak ingin melakukan apapun,.. mengingat apapun,...memikirkan apapun,.. ataupun melihat dan mendengar apapun. Mencoba menyelami makna kebebasan yang meski tak sepenuhnya. Dengan badan tertelungkup dan mata terganjal bantal, untuk sementara waktu aku bisa merasakan bahwa ini adalah hal terbaik yang bisa aku peroleh. Secuil senyum yang tersungging di bibir mungkin sudah lebih dari cukup untuk menjelaskan maksud dari semua kejadian tadi.

Televisi berukuran 21 inci yang tampak gelap rupanya cukup berhasil memancing tanganku untuk menekan remote dan membuatnya hidup. StarSport, MNC, HBO, Geographic Channel, dan channel2 aneh lainnya bergantian mengambil tempat di tabung itu seiring dengan tombol "next channel" yang aku tekan. Sampai tiba2 tanganku terpaku pada salah satu channel swasta nasional. "Asoy Geboy",.. judul film komedi yang sedang tayang ternyata mampu menyita hampir seluruh perhatian dan membuatku menahan diri untuk tidak menekan lagi. Bahkan membuatku lupa bahwa aku memiliki 2 buku baru yang harusnya bisa lebih menyita waktu di malam itu.