24 September, 2010

Choose your life choices,..



Hidup adalah pilihan. Dan, menjalani hidup adalah serangkaian keputusan yang kita buat atas berbagai pilihan yang tersedia.


Ungkapan klise memang, tapi begitulah adanya. Setiap saat kita dihadapkan pada 2 pilihan, 3 pilihan, 4 pilihan, dan seterusnya. Dan setiap satu pilihan yang kita ambil, akan mengantarkan kita pada beberapa pilihan berikutnya yang terkait. Seperti sebuah diagram daun, dimana satu percabangan rusuk akan memiliki banyak rusuk turunan. Setiap ujung dari rusuk2 ini akan memiliki akhir cerita masing2. Terkadang seseorang mengambil pilihan yang tepat sampai akhir hayat hidupnya. Hidup serba berkecukupan, memiliki pekerjaan yang halal dan barokah, memiliki isteri yang salehah, memiliki keturunan yang berbakti hingga meninggal secara syahid ataupun khusnul khotimah. Namun tak jarang pula yang mengambil pilihan salah di tengah perjalanan hidupnya sehingga berimbas pada berbagai keputusan buruk berikutnya. Jadi,. sebenarnya pilihanlah yang membedakan identitas seorang ulama, presiden, pengusaha, pencuri, bahkan pembunuh.



Kita memang tidak bisa memilih bagaimana kita dilahirkan ke dunia. Namun kita bisa memilih dengan cara apa kita akan meninggalkannya. Dalam rukun iman ke 6, Allah telah menuntun kita agar iman dan percaya salah satunya kepada Qada' Muallaq. Sejalan dengan wahyu-Nya yang tertuang dalam surat Ar-Ra'd ayat 11,


 "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa yang ada pada diri mereka".


Jadi, manusia diberi peluang yang cukup berarti untuk mengubah apa yang telah digantung-Nya di Lauhul Mahfuds. Di sinilah peran doa, ikhtiar, ta'aruf, istikharah, ataupun tawakkal kita. Jika burung saja yang berangkat pagi hari dalam keadaan lapar dapat kembali pada sore harinya dengan perut penuh berisi makanan, maka bagaimana manusia bisa berkeyakinan bahwa doa, ikhtiar, ataupun tawakkalnya akan sia-sia? Bukankah Dia Tuhan yang maha Pengasih lagi Penyayang yang tidak akan membiarkan hambanya terlantar di dunia tanpa pengawasan-Nya.  


Aku,. yang tidak setitik zarah-pun mampu memahami rahasia Illahi, akan selalu berusaha mempersiapkan hidup dan kehidupanku kelak, agar tetap berada dalam naungan Rahmat-Nya.  Seperti doa yang tiap sholat aku panjatkan, seperti segala Ikhtiar yang selama ini aku perbuat, seperti Ta'aruf yang aku niatkan sejak awal, seperti Istikharah yang aku lakukan di saat pilihan ke 2, ke 3, dan seterusnya yang tiba2 datang tuk mencoba menggoyahkan keyakinanku. Dan kini,. seperti tawakkal inilah aku akan berusaha memahami Qada' Muallaq-Nya.


Rabbanaa habblanaa min azzwaajinaa wa dhurriyyaatinaa qurrota a'yun waj'alnaa lil muttaqiina imamaa. Rabbanaa aatina fiddun-yaa khasanah wa fill aakhiroti khasanatawwaqinaa adzabbannaar. Subkhaana robbika robbil 'izzati 'ammayaasifun wassalaamun 'alalmursaliin warhamdulillaahirobbil'aalamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar