Allaahu Akbar,..Allaahu Akbar,.. Allaahu Akbar. Laa Illaaha Illallaahu Allaahu Akbar. Allaahu Akbar. Wa Lillaa Ilham...
Entah siapa yang sengaja membunyikan gema takbir ini melalui channel 7 radio komunikasi kami. Seketika perasaan haru,.. sedih,.. senang,. bahagia,.. rindu.. ah,. entahlah, semuanya teremulsi dan menyeruak begitu saja dalam benak kami. Sudah,.sudah,.. cukuplah bagi kami menimbun semua perasaan ini dalam hati saja. Bagaimanapun, emosi mesti tetap terkontrol dan kepala harus tetap dingin. Dan yang pasti, fluida dari perut bumi harus tetap mengalir pagi ini. Kompressor tidak boleh berhenti menekan gas sampai ke singapur*. Tangki- tangki penyimpanan musti menampung kondensate seperti biasanya. Air hasil pemisahan proses tidak boleh berhenti dipompa kembali ke dalam tanah.
Bukan, ..bukan kami lupa bahwa hari ini adalah hari kemenangan setelah berpuasa selama sebulan penuh. Tidak pula kami tidak peduli dengan makna 1 Syawal. Tapi ini juga ibadah kami. Inilah bentuk tanggung jawab terhadap apa yang telah kami pilih sejak awal. Ini mungkin tidak menyenangkan, tapi seseorang harus melakukannya. Dan pagi ini, kami hanya mengambil sebagian kecil dari ketidaknyamanan hidup.
Bukan, ..bukan kami lupa bahwa hari ini adalah hari kemenangan setelah berpuasa selama sebulan penuh. Tidak pula kami tidak peduli dengan makna 1 Syawal. Tapi ini juga ibadah kami. Inilah bentuk tanggung jawab terhadap apa yang telah kami pilih sejak awal. Ini mungkin tidak menyenangkan, tapi seseorang harus melakukannya. Dan pagi ini, kami hanya mengambil sebagian kecil dari ketidaknyamanan hidup.
Aku yakin, apa yang tampak dari sebagian kami tidaklah betul2 menggambarkan kami seluruhnya. InsyaAllah,.. apa yang kami yakini,.. apa yang kami niatkan,. dan apa yang kami rasakan,.. sama sekali tidak berbeda dengan mereka di luar sana.
Kami memang bukan orang2 terpilih,. tapi inilah pilihan kami. Dan kami tidak menyesal untuk itu. Mereka boleh saja menikmati hari nan fitri ini dengan suka cita di luar sana. Kamipun bisa melakukannya dengan cara kami.

Akhirnyaaaaaaaaa.. bisa komentar lagi di blognya Pak Budi.
BalasHapusTidak masalah, bekerja juga termasuk sebagai salah satu amalan ibadah :)
Semangat ya Pak Budi.. hold happiness for endless happiness :)
welcome to my fiction world.
BalasHapusIya setuju, Isma. Btw cepet bgt masuk kerjanya. Perasaan baru kemaren ketemu di Cengkareng. Hehe,. kejar setoran ya,..
Semangat juga ya bu,.. en selamat mempersiapkan segala sesuatunya. Moga semua lancar sampe hari-H nya..
:)
BalasHapusBismillah lah.. Yang penting semua niat karena Allah dan jadi ibadah...
Yap,.. setuju Rhein. Awali dengan bismillah, akhiri dengan Alkhamdulillah,.. dijamin cepet abis pena milik malikat Raqib. hehehe.
BalasHapus