28 November, 2012

Abu-mu mengepulkan dapurku



Tak kusangka, sebuah kota yang berjarak ribuan mil dari tempatku berdiri sekarang,. Menjadi batu loncatan terindah dalam 1 tahunku ke belakang. Bukan tanpa sebab,. kota para milyader minyak ini menjadi penyebab lonjakan perekonomian keluarga kecilku. Alkhamdulillaah wa Syukurillah.

Bukan secara langsung,. tapi jelas, efek domino yang merantai di belakang sampainya sepucuk surat cinta dari korporasi ini ke tanganku. Rasanya tidak cukup hanya berujar di mulut tentang rasa syukur ini,. atau lompatan kegirangan dalam hati yang menyeruak. Hanya saja,. semua berjalan cukup cepat bagiku.

Ceritanya berawal dari telepon rekan sejawat,. yang sama2 merintis karir di industri ini. Teman melewati masa2 sulit ketika tampil sebagai "dusun-man" di kota transit, Jakarta, yang seolah memperlakukan kami, kontras dengan apa yang kami alami sehari setiba di "ladang" kami. Kedekatan yang timbul karena kerinduan yang sama akan nyamannya pelataran masjid Istiqlal, empuknya karpet mushola Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta, dan cita2 untuk menyiapkan istana yang indah bagi isteri dan anak2 kami kelak. 

Kala itu,. isteriku tengah berkutat dengan kompor dan wajan di dapur mungil kami, sedang aku tengah berjibaku menegakkan jemuran yang patah karena terpaan angin yang cukup kencang. Begitu panggilan teleponnya kuangkat,. berceritalah ia sedikit tentang rencana masa depan yang ideal dalam pemikirannya. Bisa kubilang ia seorang visioner, idealis, namun cukup realistis. Termasuk keputusannya untuk mencoba peruntungan di tanah tandus namun kaya minyak.

G*SCO. Nama sebuah perusahaan sejenis di UEA sana, menjadi ladang dia sekarang.

Aku tidak melihat korelasi langsung antara apa yang dia alami dengan surat cinta itu. Hanya saja,. pernah satu sore di ruang kontrol, bos kuadratku (bos dari bosku) bertanya padaku seperti ini," Bud,. kalo kamu punya kawan di lokasi lain, ajak ia ke sini lah." Spontan aku jawab dengan ringan," Pernah kutanya bos, tapi dia malah ngajak aku ke G*SCO". Dan bos kuadrat hanya melemparkan sedikit senyum simpul kepadaku. Hingga beberapa minggu berikutnya surat cinta itu datang.

Sebenarnya aku bukan tidak tergiur akan ajakan itu. Angka berkisar 40M bukan nilai yang patut dipandang sebelah mata. Hanya saja,. orientasi masa depan jangka pendekku belum bisa ditebus meski dengan rupiah sebanyak itu. Setidaknya untuk beberapa bulan ke depan.

Untuk saat ini,. surat cinta itu sudah cukup memberiku alasan sementara untuk bertahan di ladang ini. But, next year,. 2 years,. or 5 years to go, who knows,.





16 September, 2012

Isteri hamil tu,. sesuatu banget yaa,. :D (part 1)


(Aku bingung harus mulai dari mana,. semua momen yang melintas di pikiran begitu menarik untuk dikisahkan,. Hehehe,. semua tampak begitu nyata di kepalaku,. seperti baru terjadi 5 menit yang lalu,. Hmm,. ok lah,. kita pakai pendekatan kronologis aja yaa,.....)

Malam itu kami berkendara membelah kota Jambi menggunakan Honda Vario isteri,. selaen untuk menikmati kebersamaan, road dinner, kami juga berencana untuk mencari tespack (bahkan untuk mengetik kata inipun, aku harus menahan diri untuk tidak tertawa,. Hehehe,. kalo ingat hari itu,. Yaa ampun, lucu kali. Apalagi melihat tatapan mbak2 penjaga apotek yang seperti,.. hhmm,.. au ah.). Kami begitu bersemangat untuk segera tahu,. positif,... :) . or,. negative,.. :(. 

Sebegitu semangatnya sampai hal mendasar tentang cara kerja alat inipun tampak tidak menarik untuk kami cari tahu sebelumnya. Dan yaah,. begitulah hasilnya. Negative.. :( . (saat itu) Kami tidak mengetahui jika alat ini baru bisa mendeteksi kehamilan pasca 2 minggu berhubungan.

Lantas kami kembali ke kota asalku, Malang, sambil terus mengharapkan kehamilan isteriku. Suatu hari kami mendapatkan informasi ini dari tetangga rumah. Dan,. perasaan lega perlahan menghampiriku. Kamipun terus berusaha,. berusaha,. berusaha,. dan berusaha (apaan coba,.? Maaf, kalimat ini hanya bisa diterjemahkan oleh orang2 yang telah mengucapkan ijab qabul di hadapan pak penghulu. Yang belum nikah,. yaa segeralah nikah.. :D) 

2 bulan berlalu hingga suatu hari,. 2 garis itu muncul. Yaa,. dua garis itulah yang kami tunggu2 selama ini. Dengan perasaan senang, isteri melayangkan kabar gembira ini pada ku yang tengah berkutat dengan minyak dan gas di pulau seberang. Subhanallah,. Alkhamdulillaah,. Laa ilaha Ilallaah,. Allahu Akbar,..

Sekembalinya aku di rumah, RS Hermina segera menjadi jujugan untuk memberi pembuktian dan menjadi agenda rutin kami tiap bulan untuk memastikan ia tumbuh dengan normal dan sehat.

Kehamilan bulan ke 2 dan 3 adalah masa terberat yang isteriku hadapi. Tiap hari ia merasakan mual,. tiada hari tanpa muntah dan pusing. Aku yang awalnya merencanakan untuk memiliki setidaknya 3 orang anakpun mencoba berpikir ulang untuk itu. "Ya Allah,. berat kali cobaan untuk isteriku ini. Semoga ini menjadi ladang amal bagiku dengan memuliakannya,. berusaha memenuhi semua keinginannya,. dan membuatnya sedikit nyaman di tengah kesakitannya,." bisikku dalam hati.

Keinginannya untuk pulang dan bertemu dengan bunda di Jambi, sedikit membantuku menemukan cara membuatnya nyaman selama menjalani kehamilannya ini. Aku terus berharap semoga ia bisa menghadapi hari2 sulit ini dan terus menimba pahala atas jihad yang ditunaikan. 

Sekembali ke kota kami tercinta, Malang. Yang tentu saja lebih maju dan modern daripada Jambi ( Hahaha,. sampai cerita ini aku tulispun, belum tuntas perdebatan kami akan kota mana yang lebih maju. Malang ato Jambi. Aku masih tetap bertahan dengan slogan, " Apapun yang ada di Jambi, pasti ada di Malang". Dan isteriku akan selalu berusaha mendapatkan fakta yang bertentangan dengan slogan itu. Dia tampak begitu girang saat kami baru turun di bandara Abdurrahman Saleh dan tidak mendapati troli bagasi. "Nihh,. katanya Malang kota besar,. kog troli aja gak ada,.?" .  Hahaha,. telak nih.. Aku cuman bisa tersenyum kecut dan berharap segera mendapatkan bahan untuk melancarkan serangan balik.

(maaf, untuk sementara cerita hanya sampai di sini,.. jam dinding udah nunjukin pukul 00:05. Artinya aku udah telat 5 menit untuk reading parameter. Hehehe,. Aku balik kerja dulu yaa,. Besok InsyaAllah disambung,.. )


20 April, 2012

Senyum itu muara hidupku,..

Andai kita tidak perlu makan untuk menghalau lapar,.. andai aku tak harus mengisi peran di pulau seberang hanya untuk melanjutkan hidup kita di sini,. maka satu hal yang aku inginkan hanya berada di sisimu. Memelukmu hangat,. mencengkrama pagi bersamamu,. menertawakan sore denganmu,.  bahkan  jika harus dipermalukan malam sekalipun aku tak peduli, asal selalu berada di dekatmu.

Terkadang peran itu tak memberiku banyak pilihan. Namun, tak bisa dipungkiri, ia lah yang memberi kesempatan pada kita untuk menjalani kehidupan indah di sini. Setidaknya sampai hari ini,. peran itulah yang paling masuk akal. Suka atau tidak,. seseorang di antar kita harus melakukannya. Dan karena pilihannya antara kau dan aku, maka tidak diragukan lagi, akulah orang itu. Engkau terlalu lembut untuk melakukan hal sekasar itu. Yang aku tahu,. dengan senyummu,. apapun yang aku lakukan menjadi mudah,. semakin mudah,. dan sangat mudah.

Untuk senyum itulah,. semua tujuan hidupku bermuara,.