Hidup adalah pilihan. Dan, menjalani hidup adalah serangkaian keputusan yang kita buat atas berbagai pilihan yang tersedia.
Ungkapan klise memang, tapi begitulah adanya. Setiap saat kita dihadapkan pada 2 pilihan, 3 pilihan, 4 pilihan, dan seterusnya. Dan setiap satu pilihan yang kita ambil, akan mengantarkan kita pada beberapa pilihan berikutnya yang terkait. Seperti sebuah diagram daun, dimana satu percabangan rusuk akan memiliki banyak rusuk turunan. Setiap ujung dari rusuk2 ini akan memiliki akhir cerita masing2. Terkadang seseorang mengambil pilihan yang tepat sampai akhir hayat hidupnya. Hidup serba berkecukupan, memiliki pekerjaan yang halal dan barokah, memiliki isteri yang salehah, memiliki keturunan yang berbakti hingga meninggal secara syahid ataupun khusnul khotimah. Namun tak jarang pula yang mengambil pilihan salah di tengah perjalanan hidupnya sehingga berimbas pada berbagai keputusan buruk berikutnya. Jadi,. sebenarnya pilihanlah yang membedakan identitas seorang ulama, presiden, pengusaha, pencuri, bahkan pembunuh.

