25 Juli, 2010

Best part of you,..


Aku teringat kisah inspiratif yang dikirimkan supervisorku melalui imel beberapa bulan silam. Kurang lebih seperti ini,

Pada suatu hari Aristoteles bertanya pada gurunya :
"Apakah cinta sejati itu ?"

Guru :
Barjalanlah lurus di taman bunga yg luas, petiklah 1 bunga yg terindah menurutmu. Dan jangan pernah berbalik ke belakang !

Kemudian Aristoteles melaksanakannya dan kembali dengan tangan hampa.

Guru bertanya:
mana bunganya ?

Aristoteles menjawab:
Aku tdk bsa mendapatkannya. Sebenarnya aku tadi telah menemukan sekuntum bunga yang terindah ,……. tapi aku berfikir, mungkin di depan ada yg lebih bagus lagi ...
Dan ketika aku telah sampai di ujung taman, aku baru sadar bahwa yg aku temui pertama tadi itulah yg terbaik…., sayangnya aku tidak bisa kembali lagi ke belakang ...

Guru:
Seperti itulah cinta sejati, semakin kau mencari yg terbaik, maka kau tak akan pernah menemukannya ...

09 Juli, 2010

Apa ini semua terjadi secara kebetulan.?? Aku rasa tidak,..


Kebetulan.? Entah mengapa aku ragu dengan kata yang satu ini. Benarkah ada bukti otentik yang meyakinkan keberadaan fenomena kebetulan.? Apakah pernah ada satu hal, kejadian, atau peristiwa yang berlangsung tanpa alasan jelas dan terjadi begitu saja secara kebetulan.? Aku rasa aku cukup meragukan hal ini.
Dalam keyakinanku,. segala hal yang terjadi baik besar, kecil, bahkan sepele sekalipun tidak terlepas dari sebuah perencanaan sangat matang yang saling mempengaruhi satu dengan lainnya. Seperti keberadaan jagad raya yang memiliki tingkat keteraturan tak terbayangkan. Interaksi tiap galaksi terhadap galaksi lainnya, tiap planet tehadap planet lainnya, tiap asteriod, bintang, bulan, dan benda2 angkasa lain terhadap seisi alam raya. Entah bagaimana semua itu memiliki gravitasi tertentu, berotasi dan berrevolusi secara bersamaan tanpa bertabrakan satu sama lain. Sungguh sebuah bukti adanya campur tangan bersifat "Qudrat" yang tak terelakkan yang membuat ini semua terjadi. Apakah itu semua bisa disebut sebagai kebetulan belaka.? Naif rasanya jika masih berpendapat demikian. Dengan probabilitas yang jauh lebih sederhana saja, akan sulit bagi kita menalar sebuah kebetulan. Analogi sederhananya, coba kita bayangkan ketika ada satu angin topan bertiup kencang yang secara kebetulan melewati sebuah hangar perakitan pesawat terbang dan secara kebetulan pula, mampu merakit pesawat terbang secara utuh dari beratus-ratus ribu komponen pesawat yang tergeletak di lantai hangar. Kebetulan kekuatan putaran anginnya sesuai, sehingga mampu menyambungkan kepala dengan badan pesawat secara presisi. Kebetulan gaya angkat ke atas yang dimiliki tepat sehingga ekor pesawat pun mampu tersambung dengan sempurna. Begitu juga dengan instalasi turbin penggerak, jaringan kelistrikan, peralatan navigasi, bahkan sambungan keling tiap bagian pesawat yang secara kebetulan dapat terpasang secara sistematis. Coba kita pikirkan, berapa persenkah kemungkinan yang dapat kita bayangkan untuk dapat terjadinya peristiwa kebetulan ini,.? Aku yakin, hampir semua dari kita berpendapat sama. Mustahil.
Apabila merujuk dari alquranul karim, maka semua “kebetulan” ini akan patah dengan tidak terbantahkan.

“.. dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauhul Mahfudz)"
.

02 Juli, 2010

Saya Menginginkan Seluruh Dunia Plus 5%


Bab I dari Buku : Masa Lalu Uang & Masa Depan Dunia
Penerbit : Pustaka Pohon Bodhi (Oktober 2007)
Terjemahan dari artikel : Larry Hannigan

sebuah dongeng sebelum memulai...

Fabian sangat bahagia karena dia akan menyampaikan sebuah pidato ke masyarakat besok. Dia selalu menginginkan kekayaan dan kekuasaan dan sekarang impiannya akan segera menjadi kenyataan. Dia adalah seorang tukang emas, mengukir emas dan perak menjadi perhiasan, tetapi semakin lama semakin tidak puas karena harus bekerja keras dalam hidupnya. Fabian menginginkan kesenangan, dan juga tantangan, dan sekarang rencana barunya siap untuk dimulai.

puluhan generasi, masyarakat terbiasa dengan sistem perdagangan barter. Seseorang akan menghidupi keluarganya dengan memproduksi semua yang mereka butuhkan ataupun mengkhususkan diri dalam perdagangan produk tertentu. Kelebihan dari yang dia produksi, akan dia tukarkan dengan kelebihan barang lain yang diproduksi orang lain.

Pasar setiap hari ramai dan bersemangat, orang-orang berteriak dan melambaikan dagangannya. Sebelumnya pasar adalah tempat yang menyenangkan, tetapi sekarang jumlah orang terlalu banyak, pertengkaran pun semakin banyak. Tidak ada lagi waktu untuk ngobrol dan bercanda, sebuah sistem yang lebih baik mulai diperlukan. Secara umum, orang-orang relatif bahagia, dan mereka menikmati buah dari hasil kerja keras mereka.

Di setiap komunitas dibentuk sebuah pemerintahan yang sederhana yang tugasnya menjaga agar kebebasan dan hak setiap anggota masyarakat dilindungi dan untuk memastikan bahwa tak seorang pun akan dipaksa untuk melakukan hal yang tidak dia inginkan oleh siapapun juga.

INI ADALAH TUJUAN SATU-SATUNYA DARI PEMERINTAH (GOVERNMENT) DAN SETIAP ANGGOTA PEMERINTAH DIPILIH SECARA SUKARELA OLEH ANGGOTA KOMUNITAS YANG ADA.

Namun, ada masalah yang tidak bisa mereka selesaikan di perdagangan pasar sehari-hari… Apakah sebelah pisau senilai dengan dua keranjang jagung? Apakah seekor kerbau lebih berharga dari seekor ayam…? Orang-orang menginginkan sistem yang lebih baik.

Fabian mengiklankan diri kepada masyarakat, “Saya punya solusi atas masalah barter yang kita alami, dan saya mengundang kalian semua untuk sebuah pertemuan publik besok harinya.”