03 September, 2009

Malam Mencekam.!!


Cerita ini aku alami saat sedang shift malam di tengah pedalaman jambi yang rimbun.

Deg,.!!

langkahku terhenti seketika. Seperti ada sesuatu di ujung lorong itu. Indera keenamku mulai merasakan kehadiran sesosok makhluk bercahaya. Samar2 ia terlihat di kejauhan. Lorong itu begitu gelap sehingga mengurungkan niat untuk membuktikan rasa penasaranku. Aku lanjutkan langkah tadi dengan menyimpan penasaran yang tak terjawab.

Begitu aku memasuki ruangan ini, aku mulai sejenak melupakan peristiwa aneh yang baru aku alami. Rutinitas pekerjaan sedikit banyak telah menyita perhatianku. Lantas, tiba2 timbul keinginan untuk pergi ke toilet. Dan aku baru menyadari jika toilet itu berada tepat di ujung lorong gelap tempat aku menemukan fenomena aneh tadi. perasaan ragu mulai berkecamuk dalam diri. Apakah aku harus menunda hasrat ini sampai esok pagi.? Ah tidak, itu terlalu lama.

Dengan tekad yang sebenarnya tidak seratus persen penuh, aku beranjak dari tempat dudukku. Selangkah demi selangkah berhasil aku lalui. ok, sekarang aku sudah berada di depan pintu. Tekadku untuk melanjutkan langkah sebenarnya telah mulai luntur. Tapi keadaan memaksaku untuk tetap menuju toilet itu. Setelah sejenak berfikir, aku ambil keputusan berani dengan tetap meneruskan langkah ini.


Kucoba pandangi ujung lorong tmpat aku melihat kejadian aneh tadi. Dan ternyata...??


"Sesuatu" itu masih tampak di sana. Sepertinya ia sengaja menampakkan diri di hadapanku. Duuh,..apa yang harus aku lakukan.? haruskah aku tetap ke sana.? keraguan ini kembali menyeruak dalam benakku. Terlihat ia seperti sedang berkedip. Antara terlihat dan tidak. Tapi dari tubuhnya memancar cahaya merah.


lamaa,.. sekali aku berdiri di situ. Mencoba mengumpulkan kembali keberanian yang telah jatuh berserakan sejak aku melihat keberadaanya tadi. Aku coba menghirup napas dalam2, dan aku langkahkan kakiku menuju arah cahaya itu,


Semakin dalam aku masuk ke lorong itu, semakin jelas cahaya itu berpendar. Aku tidak bergeming. dengan langkah yang mulai mantap aku meneruskan perjalanan. Sampai tiba2 aku telah berada beberapa meter dari posisi "makhluk ini". Di sebelah kanan telah aku dapati pintu toilet. Aku belokkan tubuhku ke dalam tanpa mengindahkan keberadaannya.


Begitu aku selesai dengan urusanku di toilet, tentu ruangan kerja menjadi tujuanku untuk kembali. Perasaan takut bercampur cemas telah memenuhi isi kepalaku. terasa lebih besar dari saat aku meninggalkan ruangan tadi. Perlahan aku buka pintu toilet sambil memastikan makhluk bercahaya itu telah pergi. Ku putar sedikit kepalaku ke arahnya, dan,.. kudapati ia masih tetap pada posisinya. tanpa banyak berpikir, aku tinggalkan toilet itu dengan langkah sedikit berlari.


Sesampai di ruangan kerja, perasaanku mulai lega. Untung saja tidak terjadi apa2 denganku tadi. Kalo tidak, siapa yang akan menolongku.? sedangkan aku hanya berdua bersama seniorku dan dijaga seorang security di posnya yang berjarak lumayan jauh.


Dengan napas sedikit terengah-engah, aku ceritakan semua kejadian yang aku alami tadi kepada seniorku. Tapi aneh, reaksi yang ditunjukkannya benar2 di luar dugaanku. Rupanya hal ini tidak cukup mengejutkan. Ekspresinya tampak datar dan biasa2 saja. Seperti ia telah mengetahui hal ini berulang kali.


Dengan sedikit tersenyum, ia berkata, "baguslah kalo begitu, coba sekarang kamu cek fire detector di ruangan sebelah juga. Apa masih berfungsi dengan baik.?"


hag..hag..hag,.. gag usah serius gitu dong bacanya..!!! (^_^) "

Tidak ada komentar:

Posting Komentar