
Bentuknya sih gag jauh beda sama saklar ON-OFF radio2 klasik. Bulet, dengan tonjolan memanjang di tengah dan garis putih sebagai penegas posisinya. Warnanya hitam. Sungguh tidak menampakan adanya keistimewaan pada tombol ini. Letaknya pun hanya tergeletak di tengah meja di antara dua layar pemantau proses refinery. Bersebelahan dengan perangkat telepon dan radio komunikasi.
Jika diperhatikan dengan seksama, hanya tampak tulisan yang tersusun atas 3 huruf. yakni huruf E, S, dan D yang disusun berjajar. Cukup ringkas untuk tombol yang tampak mungil ini. Di sampingnya terdapat satu lagi tombol serupa. Lagi2 hanya memiliki keterangan fungsi yang terdiri atas 3 huruf. Namun kali ini huruf E, D, dan P yang dipakai. Terdapat satu kata yang berada pada arah jam 10 dari kedua saklar ini bertuliskan "normal". Sedang untuk kata "ESD" dan "EDP" terletak pada arah jam 2 masing2 tombol.
Anehnya, kedua tombol ini hampir tidak pernah difungsikan. Kenapa.??
Jika kamu ingin tahu jawabannya, mari kita lihat buku berjudul "cause and effect" yang ada di atas lemari. Mari kita lihat informasi yang tersimpan di dalam buku mengenai "kedahsyatan" kedua tombol ini.
Pertama untuk tombol ESD. Jika kita coba putar tombol ini dari posisi "normal" ke arah jam 2, maka bisa kita sebut ini sebagai sebab atau dalam buku ini dianggap sebagai "cause". Lantas dari tabel bisa kita lihat satu persatu kejadian yang menyertainya. Yang di dalam buku ini disebut sebagai "effect". Mereka antara lain,
1. 1142-GTG-A/B shut down. hehehe,. dari namanya kamu bisa baca kalau ada yang "mati" atau berhenti beroperasi. Mang apaan seh GTG tu.? Sebenarnya GTG itu kependekan dari Gas Turbine Generator. Nah,.. sekarang kamu paham kan maksudnya.? Yups,.. bener sekali. Pembangkit energi untuk seluruh kegiatan refinery akan mati. Akibatnya? Tentu segala peralatan yang menggunakan energi ini akan berhenti beroperasi. Sebut saja motor listrik. Lantas, emang kenapa kalau motor listrik mati? Apa hubungannya sama gas dan minyak yang kita jual.? hehehe. Pendeknya, Gas atau minyak yang kita jual kan dialirkan lewat pipa. sedangkan untuk membuat mereka mengalir, dibutuhkan pompa dan kompressor. Nah, di sini benang merahnya sudah mulai tampak. Untuk dapat berputar, pompa atau kompressor tentu membutuhkan alat pemutar. Di sinilah motor listrik mengambil bagiannya. Ok, mari kita analisis "effect" berikutnya.
2. 1115-ESDV closed. kamu pasti sudah dapat menebak maksudnya. ESDV jika kita panjangkan artinya akan menjadi Emergency Shut Down Valve. Kata valve di sini berarti kerangan. Untuk mudahnya, bayangkan saja ia sebagai sebuah keran. Yups,.. 11-12 lah fungsinya sama keran air di kamar mandi kamu. Hanya saja, ia berukuran jauh lebih besar dan mengalirkan tidak hanya air, melainkan juga minyak dan gas. Jika pipa air di rumah kamu hanya berukuran setengah, tiga perempat, atau maksimal satu inchi. Maka valve disini bisa berukuran 10 inchi atau lebih. 10 inchi jika dikonversi ke satuan cm, akan sebesar 25 cm. hehehe,.. bisa kamu bayangkan gag pipa dengan garis tengah seperempat meter. Kalo begitu, valve tadi ukurannya seberapa.? Just imagine it. hehehe.. Jadi jika diartikan, maka keran sebesar itu tadi akan menutup. Itu berarti tidak ada aliran yang masuk ke kilang kita. Atau simpelnya, kegiatan jualan kita terhenti seketika itu juga.
Sebenarnya masih ada beberapa "effect" yang menyertai akibat kita putar posisi tombol mungil tadi. Namun, dua "effect' di atas sudah cukup menggambarkan "kedahsyatan" tombol ESD.
Lantas untuk tombol EDP yang memiliki nama panjang Emergency De-Pressurized, sebenarnya hanya memiliki satu "effect" jika di aktifkan. Yakni, semua peralatan yang bertekanan akan mulai melepaskan "pressure" untuk menyamakan diri dengan tekanan ambient atau lingkungan (1 atmosfer, 14,7 psia, o psig, atau apalah terserah kamu untuk menyebut kondisi setara lingkungan ini). Hanya saja, kita memiliki tidak hanya satu atau dua alat saja yang bertekanan di dalam Plant. jumlahnya lebih dari 10 unit. Dan celakanya, mereka semua hanya memiliki satu jalur pembuangan tekanan. hehehe,.. seperti yang kamu duga, semua kelebihan tekanan ini akan dibakar di sebuah alat pengaman yang bernama flare stack. Bentuknya cerobong dan ia terjulur sangat tinggi ke atas. Kamu pasti tahu alasannya. Yaitu untuk mengurangi efek panas yang ditimbulkannya terhadap daerah sekitar. Dan tentu saja terhadap manusia. Namun, ketika semua "pressure" yang notabene berwujud gas ini berebut untuk mengalir, bisa dibayangkan besarnya api yang akan ditimbulkan oleh flare stack tadi. Mungkin jika kamu berdiri 200 meter darinya, kamu masih bisa merasakan panasnya seperti berdiri di tengah gurun pasir pada siang hari.
Sebenarnya semua penjelasan tadi hanya untuk efek secara fisik saja. Tentu sebagai sebuah "tempat usaha" yang melibatkan berbagai pihak, berbagai negara, berbagai kepentingan, dan berbagai2 lainnya. Efek susulan lain tentu akan segera terjadi. Terutama berkaitan dengan birokrasi, management, dan kontrak kerja.
Beberapa engineer & planer akan mengkalkulasi kerugian yang ditimbulkan akibat gagal beroperasinya suatu plant. Jadi, jangan heran jika mereka tiba2 menyimpulkan,
"kerugian yang kita derita akibat bergesernya posisi kedua tombol ini adalah 150 milyar perhari."
Bbbrrrr....!!!!! jadi tinggal diitung saja kerugiannya tergantung lamanya waktu yang dibutuhkan untuk membuat kilang kembali beroperasi normal.
Seru ya...??? (^_^) y
Tidak ada komentar:
Posting Komentar