Suatu saat pernah terbayang di benakku tentang sebuah kondisi. Di sebuah desa terpencil yang jauh dari pusat keramaian dan fasilitas umum. Tiba-tiba sebuah angin puting beliung datang dan meluluhlantakkan desa tersebut. Seluruh warganya meninggal dengan kondisi memperihatinkan, kecuali 3 orang yang berhasil selamat. Mereka adalah seorang nenek berumur 80 tahun yang kakinya patah tertimpa kayu penopang atap rumahnya. Lantas seorang laki laki dewasa dengan beberapa memar di tubuhnya serta luka menganga di perut dan pelipis kiri matanya akibat terjatuh dari lantai 2 tempat tinggalnya. Sedangkan satu orang terakhir adalah seorang wanita dengan sedikit luka memar, namun mengalami syok berat akibat kejadian itu. Hanya saja, dia adalah kekasihku. wanita terindah yang menjadi alasan kuat bagiku menghadapi kerasnya kehidupan kota. Yang kebahagiaannya adalah seluruh tujuan hidupku.
Salah,. meski laki2 itu lebih memiliki harapan untuk diselamatkan jiwanya aku tidak akan membawanya ikut bersamaku. Aku tidak mau melihat kekasihku menderita trauma dalam kesendiriannya dan meninggalkan nenek itu menderita tanpa pertolongan.
Mungkin ini bukan keputusan yang paling bijak, namun aku akan menyerahkan sepeda motor kepada laki2 itu dan memintanya membawa serta sang nenek ke rumah sakit bersamanya. Sedangkan aku.? Aku lebih memilih untuk tetap tinggal di sana bersama kekasih hatiku. karena aku yakin akan mampu menyembuhkan traumanya dengan cinta tulusku.
Hahaha,.. imajinasi yang sangat aneh.
Hahaha,.. imajinasi yang sangat aneh.
(based on Mrs. Rini Suwandi's answer for her employee recruitment test)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar