"♪♫Some people stand in the darkness.♪Afraid to step into the light,.♪♫"
Lagu ini terdengar nyaring dari atas meja samping kasurku. Percaya atau tidak, inilah lagu pengantar segala aktifitas harianku. Dan hari itu aku tahu jika waktu telah menunjukkan pukul 16:00 tanpa perlu melihat jam. Tak ubahnya seperti robot, aku melakukan rutinitas yang hampir presisi setiap harinya selama 7 hari berturut2. Seperti update terbaru dari sebuah software bernama "budi iswanto", ini adalah program yang telah terinstall sebagai aktifitas paling efektif yang bisa aku lakukan selama bertugas di shift malam.
Seperti sebuah program PLC dengan logika "if" dan "then", maka hampir dapat dipastikan tidak ada deviasi atas rutinitasku setiap hari. Misal,
"if" it is 06:00 am, "then" I will go back to camp.
"if" it is 07:30 am, "then" I will get my rest time.
"if" it is 12:30 pm, "then" I will wake up to take a pray.
"if' it is 04:00 pm, "then" I will wake up to go bath + take a pray
"if it is 05:40 pm, "then" I will go to Plant
'
'
Sudah satu jam lebih aku terjaga semenjak dering alarm hp berhasil dengan gemilang membangunkan aku. Saat itu, aku sedang duduk terpaku dengan jarak sekitar 4 meter di depan sebuah kotak gambar bersuara yang berukuran 42 inchi. Mungkin ini kegiatan yang paling aku sukai untuk menanti saatnya waktu bertugas. Sampai tiba2,.. sebuah kejadian luar biasa melakukan "interupt",
Kursi yang aku "jajah" terasa berontak,..
Kotak gambar itu bergerak ke kiri dan ke kanan,..
Sontak aku mengungsikan diri ke luar. Aku terperangah saat melihat pohon2 terombang-ambing, tiang2 lampu jalan melambai-lambai, Terdengar sirene emergency meraung2 dengan kerasnya. Tanpa banyak bertanya, aku dan beberapa penghuni hutan ini bergegas mendatangi muster point. Tempat yang dikhususkan untuk berkumpul dalam keadaan bahaya. Camp bos segera mendata POB (personil on board) untuk memastikan tidak ada penghuni yang tertinggal di tempat lain. Beberapa saat setelah guncangan mereda, kami membubarkan diri dengan sedikit perasaan cemas. Terutama bagi mereka yang memiliki keluarga di daerah Pariaman, Padang, setelah mendapat informasi sumber guncangan ini. Berdiri pada jarak yang cukup jauh ini saja sudah dapat membuatku merasakan guncangan yang cukup hebat. Lantas, bagaimana dengan orang2 yang berada dekat dengan sumber gempa.?
Dan,.. kekhawatiranku terjawab setelah keesokan harinya kembali menyaksikan kabar kejadian sore ini melalui kotak gambar di ruangan tadi..
Innalillahi wa Inna Ilaihi Rajiuun.
Dan pada sisi Allah kunci-kunci yang gaib, tidak ada yang mengetahuinya selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan di lautan dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan diketahui-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar