Pagi itu aku tiba di Plant sedikit lebih pagi dari biasanya. Walau terpaut sekitar 5 menit, namun rona merah matahari masih belum sempat terpendar. Suasana masih gelap, sepi, bahkan jangkrik pun masih terdengar berkeliaran. Sesampai di lokasi, sedikit rutinitas administratif aku coba selesaikan.
Waktu telah menunjukkan pukul 6 lewat sepuluh menit. "Sudahlah, nanti saja aku lanjutkan" gumamku. Seperti biasa, hampir seluruh pekerja telah berkumpul di hall CCR office untuk melakukan safety meeting pagi. Mulai dari pemotong rumput, pengecek jalur pipa, teknisi mekanik, elektrik maupun instrumentasi, operator, sampai supervisor masing2 departemen telah duduk berjajar mengelilingi hall ini. Tanpa banyak menunggu, aku langsung menempati ruang kosong di tengah2 mereka dan segera memulai safety meeting pagi itu. Pembicaraan dimulai dengan isu2 safety yang ditemukan tempo hari, disambung dengan membicarakan kegiatan mereka hari itu.
Setengah jam berlalu,. dan doa penutup sudah dibacakan oleh pak U***. Segera semua membubarkan diri. sampai tiba2 supervisorku memanggil, " Bud, ntar siang kamu ke well ya,.. ke Geger Kalong 4 buat shut in. nanti kita build up pressure selama 2 hari. Kalo nggak kemaleman, sekalian ke Geger kalong 3 buat nge-adjust choke valve. Kita naikkan dikit aja buat ngimbangin jualan selama Geger kalong 4 mati. Ajak si H***** sekalian. Nanti data terakhir kamu record, en jangan lupa bawa corrosion inhibitor. Soalnya kata Pak S**** tempo hari yang di Geger Kalong 3 udah abis". "Iya Pak", jawabku singkat.
Entah apa yang sebenarnya aku rasakan saat itu. Bingung. Antara senang, males, semangat, ah,.. entah lah. Semua sangat beralasan. Senang karena ini pengalaman pertamaku ke well GK. Selain itu, dari cerita yang sudah pernah ke sana, sepertinya perjalanan bakal penuh tantangan dan pengalaman menarik. Gonta -ganti kendaraan mulai mobil, getek, ojek sampai jalan kaki. Males karena kabarnya di sana cuaca cukup panas, banyak jalan terjal, sering dijumpai binatang2 seperti biawak, ular kobra, amupun bekantan.
Tapi aku pikir, kalo tidak pernah mencoba, tentu tidak bisa membuktikan apapun. Ok,. aku putuskan untuk ke sana. Meskipun dengan berbagai resiko yang mungkin aku temui nantinya.
Kami berangkat pukul 2 siang lebih. Sedikit terlambat karena banyak hal yang mesti dipersiapkan mulai dari chemical, Personal Protecting Equipment, bahan makanan, maupun peralatan tulis. Perjalanan kami mulai dari pintu masuk Plant. Setelah melewati security check yang cukup menghabiskan waktu sekitar 5 menit, kami lanjutkan perjalanan dengan sebuah Ford Ranger warna Silver membelah hutan dan perkebunan sawit milik warga. Jalanan yang kami lewati cukup terjal. Terbukti, beberapa kali drum chemical terguling dan kami mesti menghentikan laju kendaraan untuk memposisikannya kembali.
Sesampai di sebuah dermaga kecil dengan papan tertulis "Jetty Landing", kami hentikan laju kendaraan. kami akan beralih menaiki sebuah perahu motor. Dari sini saja aku sudah cukup merasakan kepuasan yang berarti. Tidak kusangka pemandangan sungai Batanghari akan seindah sore itu. Hawa sejuk mulai merasuk mengisi relung2 kalbu dan mengusir kepenatan jiwa selama hampir 10 hari "terpenjara" di lokasi pekerjaan. Tak perlu menunggu lama, perahu motor yang penduduk sekitar sebut sebagai "getek" itu telah bersandar di dermaga. kami segera menaikinya dengan tak lupa membawa serta seluruh barang bawaan.
Perahu segera berlayar membelah sungai batang hari dari tepi kiri melawan arus yang sebenarnya tidak begitu deras. Subhanallah, ini lebih dari apa yang aku harapkan sebelumnya. Di atas tampak matahari telah sedikit kehilangan intensitasnya dengan menyisakan sejumlah rona merah khas langit senja. Angin berhembus cukup lembut dan menyela setiap sisi tubuh yang ditemuinya. Di kanan kiri masih tampak pemandangan hijau pepohonan yang begitu alami. Tampak arus kemajuan jaman belum mampu menyentuh daerah ini. Di kejauhan beberapa penduduk tengah menambang emas dengan semangat, meskipun hanya secara tradisional. Rumah2 gubuk ataupun rumah2 panggung terlihat sangat leluasa di atas sana. Beberapa wanita tampak mencuci baju dengan diselingi senda gurau di antaranya. Anak2 kecil bermain air sambil sesekali melompati kayu yang telah tumbang dan terdampar di tepi sungai. Tak jarang air sungai yang cukup jernih ini terpercik ke muka kami. Sungguh perjalanan yang tak terlupakan.
Aku begitu menikmati detik demi detik perjalanan air ini. Seakan tidak rela untuk segera sampai di dermaga tujuan. Tak terasa telah satu jam kami berada di atas perahu motor. Dermaga tujuan pun telah berhasil di capai. Kami turunkan semua barang bawaan dan melanjutkan kembali perjalanan darat menggunakan mobil sejenis yang kami tumpangi tadi. Kali ini jalan yang kamu lewati sedikit lebih terjal. Hutannya pun terlihat lebih rimbun. Sesekali kami temui pohon2 karet siap panen milik warga sebelum kembali melewati hutan alami yang masih perawan. Sungguh menyenangkan mengalami ini semua.
Budiiiiiiiiiiiiiiii.....
BalasHapusSubhanallah... indah banget pemandangannyaaaaaaaaaaaaaaa.... Aku minta yang matahari keliatan sedikit tu yaaaaaa..... buat wallpaper ^^
Monggo,..
BalasHapushehe,.. gitu donk sesuai pesanan.. cerita ttg negeri seberang.. so beautiful, what a beautiful scenery! nouva suka... air, ijo, matahari, gunung, tebing.. semuanya... di copy yah?
BalasHapusSilahkan Nov,.. Padahal aku gag pnah bayangin ada sisi lain dari bumi jambi yang bgitu mnakjubkan. Jadi, kebetulan bgt bisa pas ma request kmu tempo hari. hehehe
BalasHapus