SubhanAllah,.. Islam sangat menjunjung tinggi keberadaan wanita di muka bumi ini. Mereka dilindungi,.. diperhatikan,.. bahkan dimudahkan urusannya. Mereka diperintahkan untuk menutup aurat agar dijauhkan dari pandangan kotor dan dijaga kesuciannya. Karena begitu berharganya seorang wanita di mata Islam, Allah memberikan batas aurat yang jauh lebih tinggi dari kaum pria. Mereka diberi keistimewaan untuk menutupi mata kaki yang bahkan diharamkan bagi kaum pria untuk melakukannya.
Mereka diciptakan dengan kekuatan fisik yang sedikit lebih lemah dari kaum pria karena Allah tidak ingin membebani mereka dengan hal2 yang berat untuk dilakukan. Allah tidak ingin tangan2 mereka menjadi kasar karena palu yang harus terus menerus dipukulkan ke bongkahan batu besar hanya untuk mendapat upah 20 ribu rupiah perhari. Allah tidak mau keringat mereka deras mengucur karena puluhan kuintal beras yang harus dipikul dari gudang ke atas mobil pick up setiap harinya. Allah tidak rela kulit mereka terkontaminasi polusi, debu, bahkan terbakar Sinar UV-A dan UV-B jika harus seharian berdiri di perempatan jalan hanya untuk menghindari para sopir menekan klakson terlalu lama karena mobil di depannya tidak segera bergerak.
Allah sangat mencintai mereka. Allah menginginkan mereka selalu berada di tempat yang teduh, terlindung dari panas matahari yang menyengat, hujan deras yang menggigil, dan gangguan orang2 jahat di luar sana. Sebuah tempat teraman bernama "rumah". Dengan anugerah berupa kesabaran dan ketelitian yang lebih dari kaum pria, Allah ingin kaum wanita bisa menciptakan suasana "rumah" yang nyaman, tenang, tentram, dan keteduhan saat kembali ke rumah bagi kaum pria yang Allah paksa bekerja dengan keras di luar sana. Jadi,. apakah mereka yang begitu menginginkan adanya sebuah persamaan hak, gender, ato apalah itu, masih memiliki cukup akal sehat untuk tetap mempertahankan pendapatnya? Apakah yang mereka perjuangkan itu memang untuk menaikkan kedudukan kaum perempuan setara dengan kaum pria (atau sebenarnya malah menurunkan).?
Mereka diciptakan dengan kekuatan fisik yang sedikit lebih lemah dari kaum pria karena Allah tidak ingin membebani mereka dengan hal2 yang berat untuk dilakukan. Allah tidak ingin tangan2 mereka menjadi kasar karena palu yang harus terus menerus dipukulkan ke bongkahan batu besar hanya untuk mendapat upah 20 ribu rupiah perhari. Allah tidak mau keringat mereka deras mengucur karena puluhan kuintal beras yang harus dipikul dari gudang ke atas mobil pick up setiap harinya. Allah tidak rela kulit mereka terkontaminasi polusi, debu, bahkan terbakar Sinar UV-A dan UV-B jika harus seharian berdiri di perempatan jalan hanya untuk menghindari para sopir menekan klakson terlalu lama karena mobil di depannya tidak segera bergerak.
Allah sangat mencintai mereka. Allah menginginkan mereka selalu berada di tempat yang teduh, terlindung dari panas matahari yang menyengat, hujan deras yang menggigil, dan gangguan orang2 jahat di luar sana. Sebuah tempat teraman bernama "rumah". Dengan anugerah berupa kesabaran dan ketelitian yang lebih dari kaum pria, Allah ingin kaum wanita bisa menciptakan suasana "rumah" yang nyaman, tenang, tentram, dan keteduhan saat kembali ke rumah bagi kaum pria yang Allah paksa bekerja dengan keras di luar sana. Jadi,. apakah mereka yang begitu menginginkan adanya sebuah persamaan hak, gender, ato apalah itu, masih memiliki cukup akal sehat untuk tetap mempertahankan pendapatnya? Apakah yang mereka perjuangkan itu memang untuk menaikkan kedudukan kaum perempuan setara dengan kaum pria (atau sebenarnya malah menurunkan).?
Pernahkan terfikir bahwa sebenarnya Allah telah menempatkan kaum wanita 3 derajat lebih tinggi dari kaum pria.? Seorang wanita perlu untuk taat kepada suami. Tapi seorang laki2 wajib taat kepada ibu (yang notabene seorang wanita) 3 kali lebih utama dari ayahnya. Dan ketika ada seorang dari kaum wanita yang memang telah Allah bekali sejak lahir dengan hati yang lebih lembut dari kaum laki2, tidak kuasa melihat "kesusahan" sang suami dan bermaksud untuk keluar dari "zona nyaman" dan turut memikul beban nafkah keluarga, Allah tidak serta merta memperbolehkan hal ini karena Ia amat sangat menyayangi kaum wanita. Allah perlu mensyaratkan izin dari sang suami agar maksud ini dapat terlaksana dan Ia pun akan ridho dengannya.
Mungkin sebagian kaum wanita merasa diperlakukan tidak adil oleh aturan islam yang menetapkan pembagian harta waris hanya setengah dari saudara prianya. Bukankah mereka berdua adalah keturunan yang lahir dari rahim yang sama.? lantas dasar apa yang menghilangkan hak kaum wanita untuk mendapatkan perhitungan yang sama.? SubhanAllah, sesungguhnya di sinilah letak keadilan Allah. Setengah bagian bagi perempuan adalah hak mutlak yang bisa dimilikinya seorang diri tanpa perlu dibagi dengan suami. Sementara bagi laki-laki, ada kewajiban untuk mencukupi kebutuhan keluarga sehingga harta tersebut otomatis menjadi hak bersama isteri dan anak2nya.
Mungkin banyak yang mendengar bahwa penghuni neraka nanti adalah mayoritas kaum hawa. Wallahu'alam bisshowab. Namun, sebenarnya Allah hanya meminta 4 hal dari seorang wanita agar bisa memasuki Surga dari pintu mana saja yang diinginkannya. Cukup dengan sholat 5 waktu, puasa pada bulan Ramadhan, menjaga kehormatan diri dan patuh pada suami. That's all. Bagi wanita, tidak harus memanggul senjata untuk mendapatkan pahala seperti seorang laki2 yang sedang berjihad Fisabilillah. Cukup dengan menunaikan tanggungjawabnya kepada Allah dan patuh kepada suaminya. Dan di akherat nanti, seorang laki2 akan dimintakan pertanggungjawaban terhadap 4 wanita terdekatnya. Mereka yakni Ibu, Isteri, Saudara perempuan, dan Anak perempuannya. Mungkin ini bisa disamaartikan dengan seorang wanita yang akan dipikul tanggungjawabnya oleh 4 orang pria terdekatnya yaitu Ayah, saudara laki2, suami, dan anak laki2nya.
AllahuAkbar, sungguh sangat beruntung seseorang yang terlahir sebagai kaum wanita. Sesungguhnya, di dalam kitab-Nya yang tertulis dan kitab-Nya yang nyata di dunia terdapat tanda2 kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.
Mungkin banyak yang mendengar bahwa penghuni neraka nanti adalah mayoritas kaum hawa. Wallahu'alam bisshowab. Namun, sebenarnya Allah hanya meminta 4 hal dari seorang wanita agar bisa memasuki Surga dari pintu mana saja yang diinginkannya. Cukup dengan sholat 5 waktu, puasa pada bulan Ramadhan, menjaga kehormatan diri dan patuh pada suami. That's all. Bagi wanita, tidak harus memanggul senjata untuk mendapatkan pahala seperti seorang laki2 yang sedang berjihad Fisabilillah. Cukup dengan menunaikan tanggungjawabnya kepada Allah dan patuh kepada suaminya. Dan di akherat nanti, seorang laki2 akan dimintakan pertanggungjawaban terhadap 4 wanita terdekatnya. Mereka yakni Ibu, Isteri, Saudara perempuan, dan Anak perempuannya. Mungkin ini bisa disamaartikan dengan seorang wanita yang akan dipikul tanggungjawabnya oleh 4 orang pria terdekatnya yaitu Ayah, saudara laki2, suami, dan anak laki2nya.
AllahuAkbar, sungguh sangat beruntung seseorang yang terlahir sebagai kaum wanita. Sesungguhnya, di dalam kitab-Nya yang tertulis dan kitab-Nya yang nyata di dunia terdapat tanda2 kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.

Duuh, senengnya baca ini, jadi adeeeeeeeeeeeem :)
BalasHapusNggak pake semriwing kan tapi,.?? hehe.
BalasHapusSiph,. thanks yo Ma for visite-nya,.
Btw how do Isma think about my brand new template.?? keliatan semrawut ya,.??