Percayakah kamu dengan kelima indera yang kamu miliki.? Apakah dengan mereka saja kamu sudah merasa cukup mampu mengenal dunia dengan sebenar2nya.? Sebelum kamu benar2 yakin, coba renungi beberapa fakta berikut:
1. Mata, indera penglihatan.
Pasti kamu beranggapan jika inilah indera yang paling bisa dipercaya untuk mampu mengenal lingkungan dan segala sesuatu di sekitar kita. Itulah mengapa muncul istilah "melihat dengan mata kepala sendiri". Seakan jika telah mengenal sesuatu melalui indera ini, maka itulah yang sebenarnya terjadi. tapi benarkah demikian.?
Ketika kamu terdampar di sebuah padang pasir yang panas di terik siang, atau kamu sedang berada di atas jalan raya beraspal pada pukul 12 siang, mata akan melihat adanya air di kejauhan. Semakin panas keadaannya, semakin banyak air yang bisa kamu lihat. Padahal pada situasi seperti ini kamu benar2 tahu jika itu hanya fatamorgana.
Ketika kamu terdampar di sebuah padang pasir yang panas di terik siang, atau kamu sedang berada di atas jalan raya beraspal pada pukul 12 siang, mata akan melihat adanya air di kejauhan. Semakin panas keadaannya, semakin banyak air yang bisa kamu lihat. Padahal pada situasi seperti ini kamu benar2 tahu jika itu hanya fatamorgana.
Berdasarkan teori fisika alam, suatu peristiwa "melihat" adalah ketika sebuah objek yang berada di titik fokus mata kita mampu menghasilkan ataupun memantulkan cahaya sehingga cahaya tersebut dapat ditangkap oleh sistem penglihatan kita. Jadi jelas, fenomena melihat sangat tergantung pada sebuah materi yang bernama cahaya. Fakta pentingnya, cahaya merambat secara bergelombang dengan kecepatan 300 ribu kilometer per detiknya. Dalam kepadatan ruang tertentu, ia mampu berubah arah maupun kecepatannya. Bukti: masukkan sebuah pena di dalam gelas yang terisi air putih setengah bagian. Apakah yang kamu lihat adalah kejadian sebenarnya.? jangan terlalu yakin.
Sebagai materi dengan kecepatan luarbiasa (meskipun tetap mampu terukur) cahaya di gunakan sebagai media "angkutan" pesan tertentu dalam sebuah serat optik dengan jarak relatif dekat (untuk pendekatan dunia skala cluster /jagad raya). Tapi untuk jarak relatif jauh, masihkah kita percaya dengan cahaya yang notabene merupakan syarat utama terjadinya proses melihat.? Bukti: Jagad raya terbentuk dari milyaran bahkan trilyunan galaksi. "Milky way" atau galaksi bima sakti sebagai tempat beredarnya bumi yang kita diami pun terdiri dari milyaran bahkan trilyunan planet, satelit alam, bintang, dan benda2 langit lainnya.
Cahaya yang dihasilkan matahari (bintang terdekat dari planet bumi) saja membutuhkan waktu kurang lebih 8 menit untuk merambat sampai ke bumi. Lantas bagaimana dengan bintang2 lain yang berjarak 8 hari, 8 bulan, 8 tahun, bahkan 8 milyar tahun cahaya.? Padahal kita melihatnya setiap malam ketika langit sedang cerah. Jadi, saat kamu melihat sebuah bintang berkedip di langit pada detik ini, yakinkah kamu jika bintang itu benar2 berada di sana saat ini.? Jangan terlalu berharap. Karena pada kenyataannya, kamu sedang menyaksikan keadaan bintang tersebut pada 8 hari, 8 bulan, 8 tahun, bahkan 8 milyar tahun yang lalu.
Analogi sederhana, misalkan bintang yang kita lihat itu berjarak 8 tahun cahaya. Sedangkan 6 tahun lalu bintang tersebut telah hancur akibat bertabrakan dengan bintang lainnya. Maka jangan heran, jika bintang yang kita lihat berkedip dengan cantiknya di langit saat ini, sebenarnya sudah tidak ada lagi.
Apakah kamu masih beranggapan bahwa waktu adalah dimensi yang kekal yang tak mampu dihentikan, dipercepat, diperlambat, atau diputar ulang.?? Renungkan kembali keyakinan kamu,..
Maka, jika mata mampu berwujud manusia, maka ia adalah orang yang paling sering menipu kita.
bud, makin filosfis aja kamu. hemmmm
BalasHapusHahaha,.. cuman berbagi sedikit yang aku ketahui ja,.. sambil nunggu subuh,.
BalasHapusitumah bukan mata yang menipu dong?...
BalasHapus