
Malem itu aku liat kalender masih tanggal 22 Juli. Dan tiba2,.." Hajjsz..!!" ucapku tanpa terkontrol. Memang, dah sminggu si flu ngerasa nyaman2 ja hinggap di tubuhku. "Wah, besok mesti MCU. tapi flu gag sembuh2. kacus ini.!!" gumamku. "Ok, gag boleh lupa lagi neh. pokoknya jam 8 ke atas dah gag boleh makan" kenangku mengulang kata2 dokter setahun yang lalu.
.
"Don't poeple Scare to the Darkness.... en bla..bla..bla !!" alarm hape yang aku pasang lagu Baywatch berbunyi keras sekali. Dengan langkah gontai (jiah,.. gontai jarene..!!), aku ke toilet. Setelah nge"drain" scrubber-ku yang dah kena Pressure Alarm High, ambil wudlu, ke mushola belakang rumah,.. balik deh ke rumah. "Ke dapur bentar ah, bantu2 dikit sambil nunggu jam 6 teng" pikirku. Di sana sudah tampak ibuku sedang berjibaku dengan 5 kompor yang menyala bersamaan. "Duh,.. jadi pengen icip2 neh.!!" kataku sambil menelan air putih segelas. Memang, sejak jam 8 tadi malam sampe tes USG nanti, hanya air putihlah yang tidak terlarang bagiku untuk dikonsumsi.
.
Gag kerasa jam 6 dah terlewat sekitar 10 menit yang lalu. Setelah mandi, nyiapin semuanya, langsung aja Susuki Smash kesayangan ku-starter. I'm ready to ride now. Dan,..bismillahirrahmaanirrahiim..!! Motorku melaju membelah jalan MT Haryono untuk selanjutnya menyusuri sepanjang jalan Malang ke Surabaya. Dengan Helm Caberg standar, jaket hitem tebal, celana jins biru gelap, sepatu Piero, dan handuk kecil yang kupake menutup hidung, aku dah terlihat seperti peserta touring Paris-Dakkar.
.
Sepanjang perjalanan, hampir seluruh pengendara kendaraan bermotor terlihat bergerak menjauh ke belakangku. Entah aku yang terlampau cepat memacu Smash merahku, atau mereka yang terlalu lambat dengan kendaraannya. Tapi aku gag peduli, "Yang penting segera nyampek di RS" pikirku. Sesekali aku lihat speedometer yang enggan beranjak dari angka seratus. "Wah, kalo gini, cepet juga nyampek Surabaya" gumamku.Dan,..benar saja. Jam 8 lewat sedikit, motorku sudah berada di parkiran rumah sakit. Akhirnya aku masuk ke dalam, dan,.. ternyata ruang MCU yang aku masuki setahun lampau sudah tidak trlihat. Sepertinya gedung ini baru saja "menderita" karena direnovasi.
.
Aku segera meluncur ke lantai 2 seperti instruksi suster di bagian informasi saat aku tanyakan lokasi ruang MCU. Setelah tanda tangan ini dan itu,.. langsunglah etape demi etape MCU aku jalani. Dan di etape pertama, aku sudah harus kehilangan sedikit cairan kehidupanku untuk diambil sampelnya. Dan juga,.. disinilah awal mula petaka itu tiba. Awalnya tidak ada sedikitpun kecemasan bahwa akan terjadi sesuatu (Pokoknya yang perlu diingat,. semakin sering pekerjaan itu dilakukan, biasanya semakin turun tingkat kewaspadaan kita. En disitulah awal mula terjadi kecelakaan kerja).
.
Seperti biasa, suster akan menancapkan jarum suntik di lengan untuk kemudian menancapkan 2 botol sampel secara bergantian dibelakangnya agar darah bisa segera tertampung.Namun,.. saat botol sampel pertama telah ditancapkan, terlihat ada yang tidak beres. Botol masih berwarna bening, tanda bahwa pembuluh darah belum robek. Kemudian tanpa dikomando, suster menggeser-geser ujung jarum yang telah tertancap di lenganku dengan harapan segera menemukan pembuluh darah yang tepat. Dicobanya bergeser ke arah kiri,.. ("Waduuh,..!!" gumamku sambil menahan sakit). namun belum ada hasilnya. Ditariknya sedikit jarum untuk kemudian digeser ke arah kanan. Eh,..masih juga belum ada tanda2 darah mengucur ("Jiaaah,.. mati kita Jon,..!!" gumamku). Rupanya si suster sudah kehabisan akal ("Apalagi aku Sus, udah kehabisan ide buat nahan sakit ini"), dipanggilnya suster lain untuk membantu upaya "pendarahan"ku. Dan,. dengan sedikit dorongan untuk membuat jarum suntik tertancap lebih dalam ke lenganku, mengucur deraslah darah segar bergolongan B itu (Ndorongnya sih Dikit. Tapi sakitnya gag bisa diungkapkan dengan kata2, mesti dicoba ndiri biar tau rasanya, hehehe).
.
Rupanya aku sudah kehabisan energi bahkan untuk menikmati "kemenangan" ini. Ruangan tiba2 menjadi semakin gelap. "ribuan lebah" seperti sengaja menutup pandanganku. Dan,.. aku pun tidak menyadari kalo para suster sudah begitu kebingungan melihat wajahku yang tiba2 pucat dan keringat dingin mengucur dari seluruh tubuhku.
.
.
Diceritakan berdasarkan kisah nyata yang dialami penulis....
.
NB: Tidak ada "lebah" yang tersinggung, apalagi mati saat pembuatan cerita ini. Kesamaan nama tokoh dan lokasi memang disengaja. Akhirnya,..Silahkan anda menikmati cerita ini di atas penderitaan yang penulis alami. hehehehe (^_^) y
Tidak ada komentar:
Posting Komentar