
"Mas,..!! Mas,.!! Mas,.!!" panggilan suster itu yang sebenarnya gag begitu jelas aku denger. Akhirnya "ribuan lebah" yang sedari tadi menutup pandanganku, perlahan lahan menghilang secara "ajaib". Dan,.. Eng,. ing,.. eng.., semua mata tampak tertuju padaku. "Baiklah baiklah, aku sudah siap sekarang. Siapa yang mau minta tanda tangan ngumpul disini, tapi yang tertib ya,.. gag usah berebut. Semua pasti kebagian." kataku ( maksud loh,..!!! Gag lah,.. just kidding).
"Mas Budi gag papa.?" suara suster tadi yang sudah bisa aku denger dengan jelas sekarang. " Duh,.. Mas jangan nakut2in dong. Kita semua dah panik neh.!!" timpal suster satunya. "Siapa juga yang mo nakutin, Sus. Gag tau, tadi kok tiba2 kepala pusing en langsung lemes" jawabku. Dan tiba2 suster yang lain datang dengan membawa segelas teh manis hangat (Aciik, aciik, aciik,,.. manteps deh. Presiden aja kalo dateng ke sini blum tentu dikasih minum. Ya gag.?). "Ini Mas diminum dulu biar baikan" katanya sambil meletakkan gelas di depanku. Sesuai permintaan pemirsa (maksudnya suster2 yang pada ngeliatin aku), ya aku minum saja teh hangat itu. Walaupun nggak aku habisin, lumayanlah buat ngisi energi.
Kayaknya tu suster gag tega buat ngelanjutin etape berikutnya yakni treadmill selama 10 ampe 15 menit. "Yaudah Mas, Mas Budi makan aja dulu di kantin. Nanti tolong diingat saja jam dan menit saat Mas Budi menelan makanan yang terakhir." Ujarnya. "Wah, kebetulan aku gi laper banget soale mesti puasa makan sejak jam 8 semalam" kataku dalam hati. "Yawes Sus, aku makan dulu ya" ucapku dengan nada agag memelas, padahal di hati seneng banget. Setelah beberapa sendok soto ayam masuk ke mulutku, aku mulai berfikir maksud perkataan suster tadi.
.
Dan,... Jduerrr..!!!
.
Aku baru sadar, ternyata ia mau menghitung lama waktu setelah aku makan sampai nanti dilaksanakan USG. Itu artinya, aku mesti menunggu lebih dari 6 jam lagi untuk bisa melakukan USG. Hiks,..Hiks,.. alamat pulang malem deh. Tapi,. yaudahlah, semua udah trlanjur. kunikmati saja Soto Ayam ini hingga tetes terakhir.
Selanjutnya, aku mesti mengikuti etape kedua yaitu tes fisik dengan treadmill. "Mas Budi dah baikan?" tanya suster. "Woo,.. udah seger ini Sus." jawabku mantaps (pake "s"). "Ok kalo gitu, Mas Budi buka bajunya dan berdiri di situ" sambungnya sambil menunjuk lintasan treadmill yang terbuat dari karet (Sebenere agag risih juga kalo mesti buka baju di depan Akhwat, aurat Buu.. tapi mo gimana lagi. Gag mungkin juga kalo gag nglepas baju. Mang mo ditempel dimana detector denyut jantungnya. Ya gag? Biar wes. setahun sekali ini..).
Baju dah kulepas, kaki sudah menapak di lintasan, aku udah siap buat tes ini. Entah 8, 9, atau 10 detector denyut jantung sudah dipasang di badanku (Kalo udah gini, gag ada bedanya sama Cristiano Ronaldo waktu Physical Test di Madrid tempo hari. hehehehe). "Ok. siap, Mas? Aku mulai ya.?" tanya suster ini. " Silahkan, aku dah siap Sus" jawabku. Dan akhirnya mulai berjalan pulalah angka2 yang ada di monitor depanku. 5 Menit pertama tampak tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Aku masih merasa sanggup untuk menjalani 5 sampai 10 menit sisanya.
Namun, ketenanganku berubah 180 derajat. Seiring dengan dinaikkannya kecepatan treadmill, keringat yang keluar dari sekujur tubuhku mulai tidak terkendali (Maklum, orang yang berolahraga setelah sakit biasanya mengeluarkan keringat extra). Dan, kekhawatiranku terjawab.
Ctek..!!
Satu detector lepas dari dadaku. Suster itu tampak kebingungan. Kemudian ia berinisatif memasangnya kembali sambil aku lanjutkan treadmill itu. Dan,..
Ctek.!!
Detector itu pun terlepas lagi. Sepertinya ia sudah kehilangan daya rekatnya karena keringat yang terus mengalir deras dari tubuhku. Wajah suster itu kembali menunjukkan expresi aneh. Seketika ia menempelkannya kembali ke dadaku sambil terus dipeganginya. "Astagfirullahaladzim..!! Wah, bisa kacau ini", pikirku. Langsung saja aku mengambil alih pegangannya dan berujar," Sudah Sus, biar aku pegang sendiri saja".
Baru beberapa detik berlalu, rekan2 sesama detector juga mulai kehilangan "pegangannya" di dadaku.
.
Ctek.!!
.
Ctek.!!"
.
Waduh,.." gumamku (kalau dua yang lepas mungkin masih bisa aku pegang, walaupun mengorbankan keseimbanganku karena kedua tangan harus lepas dari handle. Tapi kalau tiga.? Ampun deh..!!). Sekali lagi, suster menunjukkan wajah kebingungannya. Segera diambilnya plester, dicoba direkatkan lagi detector tadi ke posisinya semula. Tapi apa lacur, seluruh dadaku sudah banjir keringat. Belum juga plester itu menempel sempurna, ia sudah harus terlepas lagi.
Sebenarnya aku juga sedikit cemas. Tapi tentu saja si suster memiliki tingkat kecemasan beberapa tingkat di atasku. "Waduh, Gimana ini Mas.? Plesternya gag mo nempel.?" katanya sambil terus mencoba menempelkan di dadaku, mesti sebenarnya ia tahu, itu akan sia2. " Yaudah wes, aku stop aja ya Mas Budi?" pintanya agag memelas. " Terserah Suster saja" jawabku singkat.
Aku istirahat sejenak di kursi samping alat treadmill itu sambil memperhatikan Suster itu sedang mengutak atik tombol di alat monitoring denyut jantung. Iseng2 aku coba bertanya, bermaksud mengurangi ketegangan di wajah suster itu," Apa perlu kita ulangi sekali lagi saja Sus.?" Ia tidak langsung menjawab, ia berfikir sejenak, kemudian berkata," Gag perlu Mas", sambil menunjukkan senyum yang aneh. (Kalau suster itu menawarkan untuk diulang pun, aku pasti menolaknya. Hehehe,.. namanya juga iseng2 berhadiah. Kasihan, dari tadi dibuat cemas terus olehku). "Wah, Mas Budi keringetnya banyak banget ya..!!" ujarnya kemudian. Aku pura2 bingung sambil berkata," Gag tau Sus. Biasanya juga gag sebanyak ini."
Dan,.. selesai sudah etape kedua dari MCU hari ini. Maaf ya Sus, sudah membuatmu bingung dan cemas seharian ini. hehehe. (^_^)"
Hehehe... aku mengunjungi blognya bukan budi anduk dengan berharap akan mendapatkan handuk cantik buat fitnes :D
BalasHapusKok dramatis ngunu ya MCU ne? tapi seru.. berhasilkan menularkan ketegangan hingga ke susternya :D
Tenang aja Ma, 5 pengirim komen terbaik tiap bulannya akan mendapat masing2 sebuah mobil kijang innova keluaran terbaru dalam bentuk brosur. hehehe,.. just kidding. Thanks for your coming, my Sis,.!!!
BalasHapus