18 Agustus, 2010

Power balance,..



Pernah denger,.? Syukur deh,. se-nggak2nya aku berhasil ngarahin imajinasi kamu ke tempat yang,... salah. Hehehe,. sorry for an inconvenient introduction. Power balance di sini emang bukan gelang karet silikon yang "katanya" bisa ningkatin keseimbangan tubuh,. ketahanan tubuh,.. atau ke-an ke-an lain yang berdampak ma tubuh. Power kan artinya kekuatan, kemampuan, atau kebisaan. Sedang Balance bisa berarti keseimbangan, kondisi tidak timpang, dll. Jadi kalo digabungin, power balance ya kemampuan untuk nyeimbangin apa aja yang belum seimbang. Hehehe,. maaf karena hanya punya bekal TOEIC  yang pas-pasan,. mohon dimaklumi atas penterjemahan yang kesannya maksa ini. Tolong dibantu yaak,.. bin salabin jadi apa,.. prok prok prok,..!!

Sebelumnya tolong jawab pertanyaan ini dulu, kalo dilihat dari 4 kombinasi kepribadian berikut, mana sih yang paling cocok sama kamu,.? Apakah kamu tergolong Extrovert yang cenderung vokal, responsif, kritis dan berani bersuara? tapi bukan nyanyi lho,.. itu mah unjuk kebolehan namanya. Ato gini, mungkin kamu termasuk Introvert yang lebih diem, penuh perhitungan walau untuk hal2 yang nggak perlu dihitung, selalu punya plan B meski nggak terlalu penting, ato kata iklan, talk less do more think much. Ato lagi peribahasa jawanya kalem-kalem nganyutake. hehe.


Selanjutnya,. apa kamu cocok dengan sifat Sensing yang kurang berani mutusin sesuatu sebelum melihat, menghitung, membandingkan, dan mempelajari tanda2 ato gejala2 yang telah ada sebelumnya.? gampangnya sih bayangin aja cara kerja densus 88 waktu olah TKP rumah tersangka kasus terorisme sebelum akhirnya bikin konferensi pers. Semacam itulah pola pikir kelompok ini.  Sementara kamu yang tergolong memiliki Intuition cukup tinggi, biasanya cukup yakin dengan apa yang kamu perkirakan. Ya,..11- 12 lah ma cara berpikir segelintir orang yang biasanya minta ketik reg spasi ramal,. en minta dikirim ke manalah terserah, ke warung lestari juga boleh.

Lantas, jika kamu merasa hatimu (heart/qalbu, bukan liver) lebih berperan mengolah data yang diperoleh dari panca indera, maka kamu wajib masuk klub Feeling. Kelompok ini seh kebanyakan make perasaan, apaan aja mo dipikirin pake perasaan. Walau kadang jadi terlalu banyak yang dipikir sehingga jadi sakit sendiri (loro ati, red). Lain halnya jika koneksi ke otak kamu lebih menonjol daripada hati, kamu bisa dimasukin dalam kelompok Thinking. Orang ini banyak make logika,. tapi jangan kebablasan lho ya,.. nggak semua hal bisa en perlu dinalar. Takutnya jadi skeptis ma Gusti Allah,. Naudzubillah mindzalik,..

 Terakhir neh,.. jika kamu cenderung nriman, legowo, slow2 aja,. dan tidak suka terlalu memaksa, mungkin kamu cocok dengan golongan Perceiving. Pokoke mangan ra mangan asal kumpul,. hehe. Tapi kalo nggak ngerasa,. ya masuk aja ke grup sebelah yang namanya Judging, gampang kan,.?

Sebenarnya tipe apapun kita,. tidak menutup kemungkinan terpedaya oleh ketimpangan alam pikiran dan alam nyata. Hanya saja,.. satu kelompok akan lebih terhipnotis dari yang lain. Ini berlaku untuk ke-empat2nya tanpa terkecuali. Akibatnya,..kamu akan tidur lebih dalam,. lebih dalam,. jauh lebih dalam dari sebelumnya. Dan jika kamu mendengar tepuk tangan yang sangat keras dari penonton, segeralah bangkit dari alam tidur kamu dan terimalah energi positif dari saya. halah,..

Bentar,. bentar,.. ketimpangan alam pikiran dan alam nyata,.? gimana maksudnya ya,.?.

Aku yakin,. bahwa semua orang pernah berkhayal. Semua orang pasti pernah membayangkan kehidupan paling ideal menurut mereka sendiri. Tentu saja dalam alam pikiran masing2. Seorang pelajar berkhayal akan hari kelulusan mereka, mahasiswa baru berkhayal telah memakai baju toga, seorang pencari kerja berkhayal menerima gaji bulanan, seorang bawahan berkhayal akan memimpin anak buahnya sendiri.

Sah sah saja kita memiliki angan tentang kehidupan yang lebih baik dari kenyataan yang sedang kita alami. toh selain tidak membutuhkan biaya sepeserpun, juga tidak perlu mengeluarkan keringat. Kita hanya perlu sedikit memejamkan mata,. dan,.. bin salabin jadi apa,.. prok,.prok,.prok,.,  the dream comes true. Masalah kemudian timbul ketika alam pikiran kita terpaku pada kehidupan serba ideal yang hanya ada di dunia maya itu. Kita seperti telah terbiasa dengan kehidupan serba nyaman, segala sesuatu serba lengkap. Seakan menjadi dunia dimana kita telah tinggal dan enggan untuk ditinggalkan.

Kemudian saat diharuskan kembali ke dunia nyata,. kita baru tersadar. Kita berada di kehidupan yang benar2 berbeda dan sama sekali belum melakukan apapun untuk mengubahnya. Kita merasa seperti sedang memasuki kehidupan orang lain. Tidak ada sarapan roti keju dan segelas susu manis seperti biasanya. Tidak ada anak buah yang biasanya kita perintah. Tidak ada gaji bulanan yang bisa dipakai untuk hidup berfoya-foya.

Saat kita mencoba bangun dari tempat tidur,. terdengar suara gesekan kayu2 renta yang tidak sama dengan bunyi spring bed yang kita miliki di dunia "sana". Kita timba air dari sumur belakang rumah untuk kemudian digotong dengan susah payah ke sebuah tempat bersekat bambu di keempat sisinya sebelum digunakan untuk mandi. Jauh dari bayangan kita akan sebuah kamar mandi dengan bath tub yang dilengkapi keran air panas dan dingin.

Dan,. apapun yang kita lakukan kemudian,.. akan terlalu banyak ketimpangan yang kita rasakan. Karena tanpa kita sadari, kita telah menetapkan standar yang terlalu tinggi untuk diri kita sendiri. Dan tidak ada yang lebih memuaskan kita selain berusaha mewujudkannya. Akibatnya,. tidak ada yang bisa kita nikmati dalam setiap usaha memperbaiki kehidupan nyata. Kita menjadi orang lain bagi diri kita sendiri. Dan kita menjadi terlalu keras pada diri sendiri. Naudzubillah tsumma Naudzubillah,. 

Sedikit ilustrasi di atas mungkin cukup membingungkan, tapi percayalah,.. sebagian dari kita pasti mengalami. Sedikit tanda2 yang mungkin bisa diamati adalah ketika seseorang mulai terlalu sensitif atas kehidupan pribadinya, lantas sulit baginya menerima keadaan yang sedang dihadapi. Selain itu, ia akan selalu berusaha untuk menjadi orang lain, hanya karena tidak puas dengan dirinya sendiri.

4 komentar:

  1. hhhhhhmmmmm....
    nice article... tapi menurutku antara pake otak ma hati itu lebih cenderung ke gender Bud. Cowok lebih pakai logika, cewek lebih berat ke perasaan. walau nggak dominan. Karena (katanya) cewek ma cowok berasal dari 2planet yang berbeda :p. hahaha, kebanyakan baca buku niii

    BalasHapus
  2. Iya seh Nit,. aku juga pernah denger seperti itu. Sampai2 ada yang bilang, wanita itu mudah memaafkan tapi sulit melupakan. Sedangkan laki2, mudah melupakan tapi sulit memaafkan. Hehe,.. lek menurut Nita bener ora,.??

    Tapi kalo sampe berasal dari 2 planet yang berbeda, waduh.. kalo salah satu berasal dari bumi,.. yang lain aliens dong.? hehehe,. becanda. Cuman, kayaknya extrem bener tuh yang bikin kalimat ini.

    BalasHapus
  3. hahahahaha... Kan man are from mars, women are from venus ( bener gini gk siih kalimatnya?, lali aku )

    aku termasuk yang mana ya?. aku termasuk yang nggak mw kepentok dua kali, hahahahaha... Toleransiku tinggi, selalu ada kesempatan buat orang lain, tapi kalo udah mentok, sakit ati banget, aku bisa jadi stranger dadakan :)

    aku nggak suka punya sifat gini sebenernya, ni lagi belajar :)

    BalasHapus
  4. Wah,. aku ja baru tahu Nit.
    Tebakanku seh,.. Nita tu masuk kelompok kepribadian ISFJ. Bener gag,.??

    Ya,.. asal strangernya nggak sampek berlarut2 ja. hehehe,..

    Setuju Nit,.. semoga kita selalu berubah untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

    BalasHapus