13 Juni, 2010

My very first time,... (muqadimah)





Pernah,.. aku memiliki dunia sendiri yang jika aku pandang dari titik ini terlihat begitu picik. Aku bangun dari tidur dan memulai hari dengan hanya memiliki hari kemarin sebagai masa lalu dan kurang dari 24 jam ke depan sebagai masa depan. Pola pikir yang begitu sempit, dangkal, dan sama sekali kurang bijaksana. Lingkungan, pergaulan dan pengalaman hidup yang tidak lebih luas dari kota malang telah membuatku seperti katak dalam tempurung. Ibarat kata,.. saat itu aku begitu yakin bahwa gajah adalah binatang yang sangat tipis, lunak dan tidak bertulang, hanya karena aku sama sekali belum pernah menyentuh belalai, kaki, perut, atau ekornya.

This company totally changes my life. Mungkin ini kalimat yang paling berpengaruh di 3 tahun terakhir kisah hidupku.

Prestory,...


Siang itu,..12:45, hawa panas dengan cuaca yang cukup terik, aku sedang asyik menikmati semangkuk bakso pikul sembari melantai di teras mushola yang dingin. Sejak 1,5 jam lalu, mata kuliah technical drawing dengan software CATIA benar2 menguras energi dan pikiranku. Hari itu adalah hari terakhir kami menyelesaikan tugas praktikum mata kuliah ini. Dengan banyak kekurangan di sana sini, aku (merasa yakin) telah menyelesaikan gambar proyeksi 3D sebuah piring pembagi sudut pada alat yang kami sebut milling machine. Kriteria penilaian yang mengharuskan mekanisme hasil proyeksi dapat disimulasikan dengan gerakan, membuat pekerjaan ini begitu rumit. Tapi alkhamdulillah,. aku tidak perlu meminta dispensasi untuk menyelesaikannya melebihi waktu normal.

Kulihat, beberapa mahasiswa lalu lalang di depanku, namun tidak lebih dari separuh yang memilih menanggalkan sepatu dan sejenak memenuhi panggilan-Nya. Kenyataan yang cukup miris. Andai aku mengenal sebagian besar dari mereka.

Kembali ke bakso yang telah berada di temporary storage bernama mangkuk, tak lebih dari 10 menit aku berhasil mendownload 2 bakso daging, 3 gorengan pangsit dan 2 mi gulung dari situs www.mangkukbakso.wenak.com ke removable disk yang aku rename dengan kata perut. Kenyataan bahwa drive ini menerima data terakhir adalah pagi sebelum aku meninggalkan rumah. Bisa dibayangkan berapa kecepatan download-nya, mungkin sekitar 0,0017 mbps (mangkuk bakso per second), hehehe. Bagiku,. lebih baik makan sambil mikir sholat daripada sholat sambil mikir makan. Semoga ini bukan keyakinan yang sesat....^_^)”

Siang itu seorang teman meminta dengan raut muka mengiba untuk ditemani mencari peruntungan masa depan dengan mendaftarkan diri ke beberapa perusahaan rekanan kampus yang memang sedang membuka kesempatan kerja, di kantor pusat. Sekitar 300 meter dari tempat ini. Dengan raut muka dan intonasi seperti itu, ia benar2 mengerti kelemahanku. Meski ingin berkata tidak, namun aku tidak kuasa untuk mengecewakannya. Maka, meluncurlah kami berdua ke lokasi dengan air bilasan wudhu masih menetes dari rambut yang tidak lagi memiliki bekas2 gesekan sisir.

2 bulan berikutnya, beberapa carik kertas berisi daftar mahasiswa yang memenuhi kriteria untuk mengikuti tes seleksi masuk perusahaan ini adalah awal terbukanya sedikit tabir misteri masa depanku. Awal keluarnya aku dari comfort zone untuk mengenal dunia luar, serta awal reformasi pola pikir dan kedewasaanku.

Setelah ratusan calon pesaing satu persatu berguguran melalui 3 tahap seleksi yang diberikan, sampailah aku pada tahap ke 4 dan merupakan fase terakhir dan paling berpengaruh. Beberapa pertanyaan aku coba jawab semampuku. Dan,.tibalah aku pada pertanyaan pamungkas yang sebenarnya hanya perlu dijawab dengan satu atau dua kata saja. Tapi entah,..sepertinya ada maksud besar di balik pertanyaan ini. “Jika nantinya anda diterima di perusahaan ini, anda akan ditempatkan di salah satu lapangan explorasi yang kami kelola di sini. Mungkin anda kami tempatkan di kepulauan Natuna yang ada laut cina selatan. Atau mungkin kami tempatkan anda jauh di tengah hutan Sumatera. Selama 2 minggu tiap bulannya, anda akan kehilangan kehidupan sosial yang selama ini anda bangun, anda diharuskan menerima kehidupan sosial baru anda yang telah terbentuk jauh sebelum kedatangan anda di lokasi. Dan yang pasti, anda akan kehilangan pola hidup normal seperti yang anda bayangkan selama ini. Pertanyaan saya, siapkah anda.?”

Degh,..!!! Aku sama sekali tidak punya jawaban pasti saat itu. Sulit bagiku untuk mencari pertimbangan yang matang untuk jawaban yang akan keluar dari mulutku. Dan aku rasa, lama waktu bagi penguji untuk menunggu akan sangat berpengaruh pada penilaiannya mengenai psikologisku, meski dengan jawaban yang sama yang akan keluar dari mulutku. Hampir setengah menit ia menunggu. Saat ia terlihat gelisah dan mulai kehabisan kesabaran, sontak aku mengangguk dan berkata,”InsyaAllah, siap”. I know, it’s gonna make him speechless. Dan sebenarnya itu pula yang aku harapkan. Hehehe,...

2 komentar:

  1. makana bnyk gaul bang biar gag cupu...ohohohohoho

    BalasHapus
  2. Weh,. nggak sopan iki. Justeru terlalu banyak gaul terutama sama alumni smp 13 bikin aku makin geje dan sering nge-blank. hahaa,. nggak nyebut merk ah,.. :P

    BalasHapus