31 Desember, 2011

Salah tak selalu menyesalkan

Pernah,. aku begitu yakin dengan apa yang aku pilih. Setiap momen yang aku alami bersama (nya) sebisa mungkin aku anggap sebagai pembenaran atas keyakinan ini. Sebagian memang berlaku demikian,. Tapi lebih sering, aku dihadapkan pada situasi dimana segala sesuatunya tampak janggal dan bertentangan. Namun begitu,. kelemahan hatilah yang membuat semua tetap berjalan meski terlalu banyak toleransi yang harus aku berikan. Tidak satu kejadian pun yang membuatku tersadari bahwa aku tidak membuat kemajuan apapun. Seakan tersudut pada dinding kaca, aku (merasa) bisa melihat masa depan namun tak sejengkal langkahpun bisa aku buat. Ingin berhenti namun kenyataan aku tlah begitu jauh, seolah menahan angan ini. Ingin memaksakan diri tapi tak tahu harus mencoba dengan cara apa lagi.  I'm stucked at the moment.

Kini,. aku tak lagi memiliki risau yang sama. Keyakinan salah yang dulu pernah ada seakan tak berarti. Aku yakin,. gula akan terasa jauh lebih manis jika kita sudah mencicipi garam. Aku tidak menyesali semua yang pernah terjadi karena semua akan indah pada waktunya. Tidak semua jodoh terjadi pada pertemuan pertama. Aku mungkin akan bertemu dengan satu,. dua,. tiga,. atau sepuluh orang yang salah di masa lalu. Tapi kini aku yakin, aku telah menemukan orang yang tepat.


3 komentar:

  1. nice.....semua indah pada waktunya..dan satu hal yg mesti diinget merelakan bukan berarti menyerah, tapi lebih kpd menyadari dan menerima bahwa da hal2 yg td bisa dipaksakan.....med menempuh idup baru bang...smga langgeng ampek maut yg memisahkan...amien...:D

    BalasHapus
  2. bener banget mbak dewi, dan fhinna rasa mas Budi adalah orang yang sangat tau dan bisa menyadari bahwa setiap hal yg tidak bisa dipaksakan, tidak akan pernah dia paksakan.dan bukan 'menyerah' tpi lebih memikirkan kepada logika, buat apa memaksakan sesuatu yg tidak baik & tidak penting buat dia, jika ada hal yg tidak dipaksakan dan jauh lebih baik tersedia untuknya. apapun maksud dari koment mbak dewi, fhinna hanya menjelaskan,cerita apapun dimasa lalu kita, hanya cerita pemanis & pelengkap indah nya cerita cinta kita yg sudah dirangkai tuhan, karena jodoh gak kan pernah salah orang mbak.Oya, kita ber2 gak suka maksa" karena gak baik buat kesehatan mbak..;)

    BalasHapus
  3. *Dewi: Yups,. semua yang terjadi di masa lalu adalah proses. Manis, pahit, asin, asem, ato hambar sekalipun, adalah jalan untuk mencapai tujuan. Tidak perlu ada yang dipaksakan, cukup bertoleransi dan melihat apakah itu sejalan dengan tujuan. Dan pada akhirnya kita akan mencapai tujuan. Dan saat itu tiba, di situlah kehidupan kita sebenarnya baru dimulai. Makasih ucapannya,. Amiin yaa Rabb.

    *Anonim: #Keknya aku nggak asing neh sama yang komentar,.? Ow,. ini cintaku yaa yang nulis,.?? Cium dong,..

    BalasHapus