02 Februari, 2010

Kisah Sedih di Hari Minggu,..


" Alladzii, Alladhi,... Yuwash Wishu, AlluChucu,.. Alluchucu, talulinnas,..", Tiba2 terdengar alunan ayat2 suci AlQuran yang cukup fasih dilafalkan oleh seseorang, dan diselingi suara bocah lucu yang coba menirukan semampunya. Di layar hape terpampang sebuah nama yang tidak asing bagiku,..

"Assalamualaikum".

"Wa'alaikumsalam," sahut suara dari seberang sana.

"Pagi2 dah bikin heboh rumah orang,.. ada apa Nam,.. ada yang bisa dibanting,? Eh,.. dibantu?" guyonan ringan terlontar begitu saja dari mulutku.

"Bud, jam 7 kurang 10 aku tunggu di Champion Matos yo, Kita maen sama anak2 SMA... jangan telat. Awas,.!!" Sambungnya dengan nada ancaman yang terdengar kurang berbakat.

"Walah,.. kog nggak dari kemaren2 ngasihtahunya,.?" Nada berontak sedikit mewarnai kalimatku,..

"Pesennya mendadak Bro,.." jawabnya singkat.

"Yaweslah,.. insyaAllah aku dateng", ujarku ragu.

"Ok,.. tak hubungin anak2 dulu, Assalamualaikum",

"Wa'alaikumsalam",

Kulihat jarum pendek di dinding sudah hampir sempurna menyentuh angka enam. Tapi bukan persoalan serius bagiku. Untuk kegiatan yang paling aku sukai di muka bumi ini, mendadak pun bukan alasan masuk akal untuk melewatkannya.

Kaos biru yang aku beli dari Bandung segera aku paksa keluar dari sela2 tumpukan baju lainnya. Celana pendek Adidas pun harus rela kehilangan garis2 kerapian bekas gosokan setrika tempo hari demi mendukung penampilanku.

Segera aku meluncur ke lokasi dengan motor Smash merah yang tidak lagi mendapatkan haknya untuk dipanaskan barang 3 sampai 5 menit karena aku yang tergesa-gesa. Benar saja,.. di sana telah berkumpul beberapa orang yang wajahnya tidak asing bagiku, namun sudah cukup lama tidak bertemu. 2 jam waktu kami habiskan di lapangan hijau. Begitu musik tanda waktu sewa habis,.. kami beristirahat sambil bertukar cerita.

Aku mulai sadar,.. ada yang aneh dengan kelingking kananku. Sedikit nyeri aku rasakan saat ditekuk dan warnanya yang sedikit memerah dari jari lainnya. Aku teringat saat di tengah permainan tadi,.. tanpa sengaja tanganku berbenturan dengan tubuh salah seorang teman dan mengeluarkan sedikit bunyi yang tak lazim.

Sebenarnya, makin lama makin terasa sakitnya kelingking ini. Tapi aku coba tidak hiraukan. Apalagi sore nanti aku telah merencanakan untuk menyaksikan langsung pertandingan sepakbola antar Arema Indonesia vs Persiba Balikpapan di stadion kanjuruhan.

Siang itu,.. semua keperluan telah aku persiapkan. Mulai dari kostum kebanggaanku, syal, terompet, helm gayung (helm putih setengah kepala seharga 10 ribuan). Dan tentu saja,. tiket masuk stadion. Pukul setengah satu tepat, aku beserta adik laki2ku berangkat menuju venue pertandingan itu. Sepanjang jalan,.. nyeri di jari tanganku semakin terasa. Tapi euforia yang aku rasakan cukup meredam sensasinya.

Dan tiba2,.. aku merasa ada yang aneh dengan motorku. roda belakang terasa berayun2 ke kiri & ke kanan. Seketika aku hentikan kendaraan. dugaanku tepat,.. ban belakang bocor. Sepanjang jalan besar itu aku menuntun motor sambil mencari tahu lokasi tambal ban. Begitu ketemu,.. segera aku "sandera" sang pemilik usaha ini untuk segera membetulkan motorku. Kebocoran telah ditambal, saatnya memeriksa hasil pekerjaan. Angin dari tabung kompressor disuntikkan ke dalam dan,... Cesss,.. rupanya sisi lain dari ban dalam itu ikut bocor.

Ditambalnya sekali lagi,.. dan ban malah hancur lebih parah akibat clamp yang mengikat terlalu kuat didukung dengan panas kompor yang terlalu tinggi. Tanpa membuang banyak waktu,.. aku putuskan mengganti saja ban dalam itu. Aku tidak mau menggambil resiko akan kehilangan tempat duduk di tribun stadion.

Semua beres,.. ban baru telah dipasang. Langsung aku tancap gas menuju stadion. Dan sayangnya,.. kekhawatiranku terbayar. Stadion telah penuh sesak dan tidak tersisa ruang barang sejengkalpun untuk duduk. Terpaksa kami mengambil posisi di tribun paling belakang dan merelakan kaki ini untuk menopang bobot tubuh hingga pertandingan usai.

Tak disangka,.. di tengah2 pertandingan berlangsung,.. hujan turun dengan lebatnya. dan,. kondisi dingin semakin menambah nyeri di kelingkingku yang telah benar2 bengkak saat itu. Sepanjang pertandingan, nyeri ini terus menyerang dan keletihan kakiku semakin terasa.

Dan pertandingan pun usai. Seperti sengaja melengkapi deritaku hari ini, Arema, tim kesayanganku dipaksa menelan pil pahit setelah Kurnia Mega dipaksa memungut bola dari gawang sebanyak 2 kali. Dan Dendi Santoso hanya mampu memperkecil kekalahan dengan gol semata wayang yang dicetaknya melalui sundulan di menit2 akhir.

What a perfect Day,..!!
.

2 komentar:

  1. Duuuuuuuuuuduuuuuuuduuuuuuuuuhhhhhhhhh....
    What a perfect story ^^

    BalasHapus
  2. Hehehe,.. jarang2 kan ada orang naek motor bannya bocor, ditambal 2 kali malah ancur,.. abis itu pake diceritain pula di blog. Hehehe,. dasar orang aneh,.. (innocent mode on)

    Thanks for your coming,.. Sis,..

    BalasHapus